Seorang perempuan Palestina bernama Sally Azar ditahbiskan menjadi pastor di Gereja Lutheran pada Minggu (22/1/2023), demikian diwartakan BBC.
Azar adalah perempuan pertama yang ditahbiskan menjadi pastor di Tanah Suci. Ia juga adalah satu dari sedikit perempuan yang ditahbiskan dari pastor di dunia Kekristenan yang jumud.
"Saya berharap banyak perempuan sadar bahwa ini tidak mustahil dan para perempuan di gereja-gereja lain akan juga mengikuti kami. Saya sadar ini tidak akan terjadi dalam waktu singkat, tetapi ini menarik karena perubahan ini dimulai dari Palestina," kata Azar.
Di Palestina, yang dianggap Tanah Suci oleh gereja-gereja Kristen, Lutheran termasuk dalam kelompok minoritas. Di negara itu, komunitas Krister didominasi oleh denomiasi Ortodoks Yunani dan Katolik. Dua gereja tua ini tak mengizinkan perempuan menjadi pastor atau romo.
Sementara gereja-gereja Protestan semakin banyak yang mengizinkan perempuan menjadi pemimpin agama, termasuk di Palestina.
Azar sendiri ditahbiskan oleh Uskup Sani Azar, ayahnya sendiri. Sally mengaku ia terinspirasi oleh ayahnya sendiri dan tidak merasa terpaksa untuk belajar teologi.
"Ini panggilan saya," kata Azar.
Sebagai pastor, Azar akan bertugas memimpin kebaktian dan mengajar studi kitab suci di Yerusalem serta Beit Sahour, sebuah area di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI
-
Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik