Beredar kabar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencopot gelar ustaz yang dimiliki oleh Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun.
Dalam kabar ini disebutkan jika alasan pencopotan gelar ulama ini didasari karena ceramah provokatif yang dilontarkan oleh Cak Nun. Ia menyebut Presiden Joko Widodo seperti Firaun.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube SEPUTAR ISTANA pada Senin (23/1/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"GELAR USTADNYA DI COPOT, PBNU SIKAPI TEGAS CERAMAH PROVOKASI CAK NUN !!"
"BREAKING NEWS. GELAR USTADNYA RESMI DICOPOT. PBNU SIKAPI TEGAS CERAMAH PROVOKASI CAK NUN."
Selain itu, dalam thumbnail video yang dibagikan, terlihat foto yang memperlihatkan proses pencopotan gelar yang dimiliki oleh Cak Nun. Tampak pula foto Jokowi dalam thumbnail video.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Baca Juga: BRI Liga 1: Persija Mau Sapu Bersih 9 Poin di Laga Kandang, Termasuk Sikat PSM Makassar
Berdasarkan penelusuran, klaim PBNU mencopot gelar ustaz yang dimiliki Cak Nun karena menyebut Jokowi seperti Firaun adalah tidak benar.
Faktanya, dalam video berdurasi 8 menit 5 detik ini sama sekali tidak memberikan penjelasan terkait pencopotan gelar ustaz Cak Nun. Video ini justru berisi beberapa momen Cak Nun sedang berceramah.
Selain itu, narator dalam video ini hanya membacakan artikel berjudul Cak Nun, Mereka Nggak Terima Presiden Jokowi Sampeyan Hina, Sampai Ada yang Nangis Loh! yang diunggah oleh Seword.com pada Sabtu (21/1/2023).
Dalam artikel ini mengulas perihal reaksi loyalis Jokowi yang menangis saat mengetahui bahwa orang nomor 1 RI tersebut disebut seperti Firaun.
Terlepas dari isi video itu, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar pencopotan gelar ustaz Cak Nun oleh PBNU.
Kesimpulan
Berita Terkait
-
Karier Politik Kaesang Disebut Bakal 'Licin': Jokowi, Gibran dan Bobby Tak Akan Tinggal Diam
-
Ekspor Bijih Tembaga Bakal Dilarang Jokowi, Bahlil: Kalau Bos Bilang Larang Ya Larang!
-
Presiden Jokowi: Tidak Ada Resesi Seks di Indonesia
-
Polisi Gercep Datangi Ibu yang Cekoki Bayi Kopi Susu, Jokowi: Seharusnya Kader Posyandu dan BKKBN
-
CEK FAKTA: Surya Paloh Batalkan Pencapresan Anies karena Tunduk pada Jokowi, Benarkah?
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Kenapa Lebaran Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Lebih Cepat dari Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus