/
Selasa, 31 Januari 2023 | 07:15 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) dalam peresmian Gedung Nasdem Tower di Menteng, Jakarta, Selasa (22/2/2022). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp)

Presiden sudah seharusnya menjaga soliditas kabinet yang dipimpinnya dengan berbagai upaya.

Pekan lalu (26/1/2023) Presiden Joko Widodo jumpa Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta. Tanpa keterangan lebih lanjut, saat ditanya para jurnalis jawaban kepala negara adalah "mau tahu saja". Senada saat dilanjutkan akan adanya perombakan kabinet atau reshuffle pada Rabu Pon.

"Masa (pekan depan Rabu Pon)? Rabu Pon, benar? Ya nanti tunggu saja," demikian jawaban Presiden RI Joko Widodo selesai acara "Kick-Off" Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (29/1/2023).

Dikutip dari kantor berita Antara, isu perombakan kabinet atau reshuffle ini belakangan mencuat, terlebih setelah muncul kabar kerenggangan hubungan antara Presiden Joko Widodo dengan Partai NasDem.

Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai langkah reshuffle tidak akan terlalu mempengaruhi konstelasi perpolitikan di negara kita.

"Reshuffle sekarang ini hal biasa. Ada atau tidak  reshuffle, tidak mempengaruhi konstelasi politik," papar Teguh Yunowo di Semarang.

Perombakan kabinet bisa saja dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat untuk menegaskan posisi politiknya, terutama menjelang kontestasi Pemilihan Umum 2024.

"Apakah itu (reshuffle) akan menentukan kehebohan politik, tidak. Hanya semakin menegaskan, misalnya si A mendukung A dari partai A. Itu saja saya kira," jelas Wakil Dekan I FISIP Undip ini.

Menurutnya, Presiden sudah seharusnya menjaga soliditas kabinet yang dipimpinnya dengan berbagai upaya, termasuk merombak kabinet jika memang langkah itu diperlukan.

"Saya kira jelas begitu. Di mana pun presiden itu  the most ultimate power. Ketika kemudian ada yang tidak loyal, ada yang memutuskan selesai di tengah jalan, harus ada penegasan dari pemimpin nasionalnya," lanjut Teguh Yuwono.

Mengenai isu  reshuffle, Presiden Jokowi juga sudah menanggapinya saat ditanyai jurnalis. Yaitu menunggu, termasuk kemungkinan perombakan kabinet dilakukan pada Rabu Pon.

Awalnya, mereka menyampaikan kepada Presiden bahwa Rabu pekan depan adalah Rabu Pon, mengingat weton (penentuan hari di Jawa) itu seringkali dijadikan momentum oleh Kepala Negara RI ini dalam melakukan perombakan kabinetnya.

Load More