Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disebut tidak memiliki peluang untuk maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2024 mendatang.
Hal ini diungkap oleh pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno.
Ia mengemukakan, alasan Ridwan Kamil tidak berpeluang jadi capres 2024 dikarenakan dirinya baru saja bergabung ke Partai Golkar.
Sebab internal partai berlogo Pohon Beringin itu telah menetapkan Airlangga Hartanto sebagai capres dari Golkar di 2024.
Keputusan itu pun sudah ditetapkan dalam munas yang merupakan forum tertinggi Golkar.
Munas sendiri melibatkan seluruh struktur tertinggi partai, baik di tingkat pusat maupun daerah guna memutuskan langkah strategis, termasuk dalam menentukan capres yang akan diusung.
Adi melanjutkan, sebelum Munas Partai Golkar belum dianulir, maka satu-satunya capres yang bakal diusung hanya Airlangga.
Kendati begitu dirinya mengakui kalau Gubernur Jabar itu masih bisa naik ke Capres 2024 dari Golkar apabila ada keajaiban berupa gempa politik.
"Sehingga peluang Kang Emil menjadi capres maupun cawapres Partai Golkar di Pilpres 2024 sudah tertutup. Kecuali di kemudian hari ada gempa politik yang akan mengubah konstelasi di Partai Golkar," ujar Adi, dikutip dari Suara.com, Rabu (1/2/2023).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini mengatakan hingga sekarang belum ada indikasi Partai Golkar bakal mengubah atau menganulir keputusan bakal capres.
Meski Ridwan Kamil sudah bergabung menjadi kader Golkar, tetapi hal tersebut tidak serta merta membuatnya bisa mengubah arah kebijakan yang sudah diambil Partai Golkar saat munas.
Alasannya, ketika seseorang sudah bergabung dengan partai politik tertentu, maka dia harus tunduk serta patuh pada aturan partai yang berlaku.
Meski begitu Adi menilai peran Ridwan Kamil untuk melipatgandakan suara Golkar di Jawa Barat sangat strategis.
Ia bahkan meyakini kalau RK akan mampu 'menguningkan' Jabar.
Terlebih jika Kang Emil berkolaborasi dengan Ketua DPD Golkar Jawa Barat T.B. Ace Hasan Syadzily yang dinilai piawai berpolitik.
"Saya yakin kolaborasi ini mampu merebut basis konstituen pemilih di Jawa Barat pada Pemilu 2024," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel
-
3 Maskara Andalan Davina "Terikat Janji" agar Bulu Mata Lentik dan Panjang di Depan Kamera
-
Demo Panas di Depan BI Jatim: Mahasiswa Bakar Ban Sampai Tantang Sumpah Mubahalah
-
Namanya Disebut di Sidang Suap Importasi, Raffi Ahmad Bakal Dipanggil KPK?
-
2 Pemain Timnas Indonesia yang Tak Diberi Kesempatan John Herdman di FIFA Matchday Juni
-
Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Raul Jimenez Pulang ke Wolves, Teken Kontrak Dua Tahun Usai Piala Dunia 2026
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Suka Teach You a Lesson? 5 Drama Korea Ini Fokus Beresin Kriminal Remaja