Kegiatan eksperimen terkait virus Corona sekarang diatur lebih spesifik untuk memperketat pengamanan.
Dengar-dengar pandemi COVID-19 secara global akan segera berakhir? Harapannya begitu, akan tetapi warga dunia juga diimbau tidak lalai serta mengabaikan situasi terkini wabah penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan mampu memperburuk kondisi kesehatan lebih lanjut bila memiliki komorbiditas. Sementara instansi dan pengambil keputusan terkait juga siap-siap mengamankan situasi agar tidak menjadi buruk lagi. Antara lain seperti langkah Otoritas Kota Beijing.
Dikutip kantor berita Antara dari Global Times, Otoritas Kota Beijing telah menetapkan regulasi baru untuk segala macam eksperimen terkait virus Corona.
Jadi, secara spesifik semua kegiatan penelitian pengembangbiakan virus Corona, eksperimen pada infeksi hewan, dan tes asam nukleat (PCR) hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi Kesehatan Nasional China (HNC) atau Komisi Kesehatan Kota Beijing.
Komisi Kesehatan Kota Beijing menyatakan hal ini dalam rilis terbarunya, pada Rabu (1/2/2023) malam. Diberlakukannya aturan baru itu disebutkan sebagai upaya untuk memperketat pengamanan laboratorium biologi terkait COVID-19.
Dalam regulasi terbaru disebutkan bahwa tempat penyimpanan khusus harus disiapkan untuk menyimpan inang dan sampel COVID-19. Tempat khusus harus dijaga oleh setidaknya dua personel dan dikunci rapat serta dilengkapi CCTV atau kamera pemantau.
Selain itu, setelah semua kegiatan penelitian selesai, pembuangan dan pemindahan bahan eksperimen ke tempat penyimpanan juga wajib dilaksanakan.
Untuk pengangkutan inang COVID-19 atau sampel yang tidak dikembangbiakkan dan berpotensi menular harus mendapatkan persetujuan NHC atau Komisi Kesehatan Kota Beijing.
Selain memperketat pengamanan laboratorium biologi, aturan terbaru itu mewajibkan lembaga kesehatan terkait menjelaskan jumlah laboratorium yang melakukan eksperimen COVID dan cara melakukan eksperimen serta menyimpan inang dan sampel.
Otoritas kesehatan lokal juga harus mencatat dan memberikan pengawasan untuk menghindari risiko keamanan biologi.
Mereka juga harus memikul tanggung jawab, melakukan evaluasi, dan memperketat perlindungan terhadap orang-orang yang terlibat eksperimen.
Aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Beijing ini mendukung aturan serupa dari NHC pada 17 Januari 2023, ketika pemerintah pusat menurunkan status penanganan COVID-19.
"Ini bukan yang pertama kalinya bagi pemerintah mengeluarkan aturan keamanan laboratorium biologi. Pada 2021, China telah mengesahkan Undang-Undang Biosekuriti guna memperkuat payung hukum pembangunan dan pengoperasian laboratorium biologi yang aman," jelas Yang Zhangqiu, Deputi Direktur Biologi Patogen Wuhan University, China.
Berita Terkait
-
Otoritas Kesehatan China Menyatakan Pandemi COVID-19 Bakal Segera Berlalu
-
Minta Masyarakat Bersyukur PPKM Sudah Dicabut, Jokowi: Kita Sering Lupa Kalau Sekarang Sudah Enak
-
Merasa Keputusannya Benar dengan Tidak Lockdown Selama Pandemi, Jokowi: Kalau Gak Kita Sudah Runtuh
-
80 Persen Menteri Minta Lockdown Masa Awal Pandemi Ditolak, Jokowi: Ternyata Keputusan Itu Tidak Salah
-
Mengenang Masa Awal Pandemi, Jokowi: Kalau Diputuskan Lockdown Ekonomi Minus 17 Persen
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas
-
Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026
-
Strategi Adidas Kuasai Piala Dunia 2026: Lionel Messi Adu Akting dengan Timothe Chalamet
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI
-
Apakah Sunscreen Bisa Meredakan Jerawat? Simak Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Oknum Guru SLB di Berau Jadi Tersangka Pencabulan 5 Siswi Disabilitas
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar
-
Buku Puisi Sergius Mencari Bacchus: Antara Kesepian, Doa, dan Keberanian