Beredar video viral sebuah sekolah dengan bangunan megah di Jepang ditutup karena tidak ada muridnya.
Melalui video diunggah kembali di akun Instagram @rumpi_gosip, Selasa (7/2/2023), terlihat sebuah bangunan megah yang disebut sebagai sekolah di Jepang oleh pembuat konten.
"Di Jepang sekolah semegah ini tutup karena tidak ada muridnya," tulis pembuat konten.
"Sekitar 20 tahun terakhir, pemerintah Jepangn menutup beberapa sekolah (SD,SMP, SMA) di berbagai kota besar maupun kota kecil. Dengan alasan semakin berkurangnya murid dan jumlah penduduknya," tambahnya.
Terlihat ruangan di dalam gedung itu yang megah dan kosong tapi masih ada beberapa barang mewah di dalamnya, seperti piano dan rak buku-buku.
"Dengan fasilitas yang lengkap dan gratis ini, tak banyak dari bekas sekolah ini juga," tulisnya lagi.
Kabarnya, bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi hostel, kafe, dan gedung serbaguna.
"Jujur sangat sedih ketika salah satu warga yang bercerita pernah ada sekolah di bangunan sebesar ini," ditambahkannya.
Menariknya di salah satu spot bagian ruangan terdapat hasil karya murid-murid yang dipajang sebagai hiasan di ruangan, sebagai cerita sejarah yang telah terukir.
Baca Juga: Disentil Abal-abal dan Tak Kantongi Standar FIFA, Apa Saja Fasilitas JIS?
Menurut pembuat konten, upaya pemerintah Jepang menangani masalah serius ini dengan memberikan tunjangan untuk pengantin baru sampai anak lahir dan tumbuh besar.
"Tapi sampai saat ini, tak ada perubahan yang signifikan. Malah angka kelahiran yang tambah berkurang per tahunnya," tulisnya.
Unggahan ini pun langsung dibanjiri komentar dari para netizen.
"Tampung murid dari Indonesia aja pak, di sini banyak yang mau sekolah tapi ya gitulah," ungkap netizen.
"Pernah baca artikel, yang intinya, kalau orang Jepang itu masa tuanya kebanyakan sendirian/cuma sama pasangan. Punya anakpun, biasanya anaknya nggak terlalu peduli sama orang tua. Dan banyak yang dititipkan panti jompo. Jadi, punya anakpun dia merasa sendiri...," jelas yang lain.
"Karena biaya hidup di sana besar, orang jadi mikir mau punya anak, buat diri sendri aja nggak ada, dan tingkat stres juga tinggi," kata lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
5 Lipstik Hanasui Untuk Bibir Hitam yang Tahan Lama
-
Dini Hari Mencekam di Cikarang, 4 Remaja Bawa Celurit Diamankan Polisi
-
Anak Deddy Dores Jual Mata Rp350 Juta: Capek Hidup Begini
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
-
Membeli karena Butuh atau FOMO? Refleksi Gaya Hidup Gen Z di Era Konsumtif
-
Ubah Sampah Jadi Pupuk, Program 'Tempah Dedoro' Mataram Pangkas 10 Ton Sampah Per Hari
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
7 Fakta Final Piala FA Chelsea vs Man City: Haaland Mandul, Kutukan The Blues
-
Robohnya Pilar Keadilan di LCC MPR RI: Saat Juri Gagal Menjadi Teladan