/
Selasa, 07 Februari 2023 | 12:50 WIB
Ilustrasi pelajar di jepang ((Stephanie Hau/Unsplash))

Beredar video viral sebuah sekolah dengan bangunan megah di Jepang ditutup karena tidak ada muridnya.

Melalui video diunggah kembali di akun Instagram @rumpi_gosip, Selasa (7/2/2023), terlihat sebuah bangunan megah yang disebut sebagai sekolah di Jepang oleh pembuat konten.

"Di Jepang sekolah semegah ini tutup karena tidak ada muridnya," tulis pembuat konten.

"Sekitar 20 tahun terakhir, pemerintah Jepangn menutup beberapa sekolah (SD,SMP, SMA) di berbagai kota besar maupun kota kecil. Dengan alasan semakin berkurangnya murid dan jumlah penduduknya," tambahnya.

Terlihat ruangan di dalam gedung itu yang megah dan kosong tapi masih ada beberapa barang mewah di dalamnya, seperti piano dan rak buku-buku.

"Dengan fasilitas yang lengkap dan gratis ini, tak banyak dari bekas sekolah ini juga," tulisnya lagi.

Kabarnya, bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi hostel, kafe, dan gedung serbaguna.

"Jujur sangat sedih ketika salah satu warga yang bercerita pernah ada sekolah di bangunan sebesar ini," ditambahkannya.

Menariknya di salah satu spot bagian ruangan terdapat hasil karya murid-murid yang dipajang sebagai hiasan di ruangan, sebagai cerita sejarah yang telah terukir.

Baca Juga: Disentil Abal-abal dan Tak Kantongi Standar FIFA, Apa Saja Fasilitas JIS?

Menurut pembuat konten, upaya pemerintah Jepang menangani masalah serius ini dengan memberikan tunjangan untuk pengantin baru sampai anak lahir dan tumbuh besar. 

"Tapi sampai saat ini, tak ada perubahan yang signifikan. Malah angka kelahiran yang tambah berkurang per tahunnya," tulisnya.

Unggahan ini pun langsung dibanjiri komentar dari para netizen.

"Tampung murid dari Indonesia aja pak, di sini banyak yang mau sekolah tapi ya gitulah," ungkap netizen.

"Pernah baca artikel, yang intinya, kalau orang Jepang itu masa tuanya kebanyakan sendirian/cuma sama pasangan. Punya anakpun, biasanya anaknya nggak terlalu peduli sama orang tua. Dan banyak yang dititipkan panti jompo. Jadi, punya anakpun dia merasa sendiri...," jelas yang lain.

"Karena biaya hidup di sana besar, orang jadi mikir mau punya anak, buat diri sendri aja nggak ada, dan tingkat stres juga tinggi," kata lainnya.

Load More