/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 13:13 WIB
Bripka Madih didampingi 10 pengacara saat mendatangi Polda Metro Jaya ((Suara.com/M Yasir))

Pengacara: Kalau Bripka Madih yang berprofesi sebagai polisi belum diselesaikan kasusnya, masyarakat paling bawah apa kabarnya?

Bripka Madih, anggota provos Jatinegara, Jakarta Timur yang disebut-sebut sebagai whistleblower dalam mengurus sengketa tanah orangtuanya hadir di Polda Metro Jaya, Jumat (10/2/2023).

Sebelumnya, ia mengungkap dugaan pemerasan dimintai duit pelicin dan tanah dari penyidik inisial TG yang telah purnawira. Kasus ini telah dikonfrontir Polda Metro Jaya dan tidak terbukti.

Kemudian, ada pula catatan hitam Bripka Madih yang disebutkan Polda Metro Jaya, yaitu dua kali Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pertama sudah diganjar etika disiplin dan satu lagi tengah ditangani.

Pada Kamis (9/2/2023) Bripka Madih hadir Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan kasus sengketa tanah yang diklaim milik orangtuanya didampingi 10 pengacara. Mereka memberikan pendampingan hukum kepadanya tak berbayar atau gratis. ia meneruskan kasus apakah pengaduan sengketa tanah diproses.

Dikutip dari laman News Suara.com, Bripka Madih akan mengadu ke Komisi III DPR RI dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait kasus sengketa tanah milik orangtuanya.

Kuasa hukum Bripka Madih, Yasin Hasan mengungkap harapannya agar kasus yang dilaporkan kliennya ini mendapat perhatian khusus seperti kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dilakukan Ferdy Sambo.

"Nanti kami minta audiensi Komisi III DPR RI supaya dipantau.  Terus kemudian Kemenko Polhukam Prof Mahfud supaya ini jadi perhatian khusus," jelas Yasin Hasan di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2023).

Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan terhadap kasus ini karena laporan yang telah dilayangkan Bripka Madih ke Polda Metro Jaya tidak kunjung ada perkembangannya. Padahal, Bripka Madih adalah anggota Polri.

"Karena kalau kemarin polisi bedil polisi (kasus Ferdy Sambo) jadi perhatian khusus, oknum polisi dagang narkoba (kasus Teddy Minahasa) sudah jadi perhatian khusus, sekarang polisi mencari keadilan di kantor polisi yang belum dikerjain sama polisi. Kalau dia (Bripka Madih) aja polisi belum dikerjakan sampai saat ini, ya sorry to say nih ini masyarakat yang paling bawah sekali apa kabarnya," tandas Yasin Hasan.

Bripka Madih telah hadir memenuhi panggilan penyidik Satgas Anti Mafia Tanah Bareskrim Polri pada Jumat (10/2/2023). Ia membawa satu tas barang bukti terkait kasus sengketa tanah milik orangtuanya.

Bripka Madih merincikan barang bukti tersebut berupa girik, hingga pernyataan calo tanah atas nama Mulih dan Bonge Cs, pihak yang dilaporkan Bripka Madih dalam kasus ini.

"Lengkap satu tas (bukti-buktinya)," kata Bripka Madih di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Load More