/
Kamis, 09 Februari 2023 | 12:53 WIB
Gempa Turki ([AFP/Ozan Kose])

Tim evakuasi telah melakukan pemulasaraan dan sudah berkomunikasi dengan keluarga korban.

Daftar korban Gempa Turki dan Suriah yang terjadi pada Senin (6/2/2023), mencapai 12.000 meninggal dunia, termasuk data terkini ada dua orang Warga Negara Indonesia atau WNI.

Dikutip dari kanal News Suara.com, Lalu M Iqbal, Duta Besar RI untuk Turki dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Kamis (9/2/2023) menyebutkan, "Dua WNI meninggal dunia dan 10 luka-luka."

Dalam gempa berkekuatan  7,8 Magnitude itu, dua WNI meninggal dunia di daerah Kahramanmaras, yaitu satu ibu WNI bernama Nia Marlinda asal Bali, dan satu anak usia satu tahun tahun. Mereka ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan. Sementara suami dan bapak keluarga itu selamat.

Tim evakuasi telah melakukan pemulasaraan terhadap jenazah Nia Marlinda. KBRI juga sudah berkomunikasi dengan keluarga korban.

"Kolonel Amir, Atase Pertahanan RI KBRI Ankara, yang memimpin tim evakuasi ke Kahramanmaras telah memastikan pemulasaraan almarhumah dan KBRI telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada keluarga almarhumah," jelas Lalu M Iqbal.

Jenazah Nia Marlinda dan anaknya dimakamkan hari ini di Kota Kahramanmaras, Turki.

Selain itu, tim KBRI Ankara telah mengevakuasi korban gempa Turki. Ada 123 orang yang telah dievakuasi oleh tim. Tim KBRI Ankara, yang dipimpin langsung Dubes RI tiba di daerah gempa pada 7 Februari 2023 pukul 21.30 waktu setempat. Kondisi cuaca badai salju dengan suhu 4-7 derajat Celsius.

"Alhamdulillah, sesuai perintah Presiden melalui Menlu RI, tim KBRI sudah tiba di lokasi gempa untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi WNI yang terdampak ke Ankara. Saya sudah minta WNI yang dievakuasi untuk mengabari keluarga di Indonesia agar mereka tenang," jelas Dubes RI untuk Turki, Lalu M. Iqbal masih dalam keterangan tertulisnya.

Tim ini terdiri dari Tim Konsuler Perlindungan WNI, Tim Atase Pertahanan, dan Perbinlu (pejabat BIN). Lalu mengatakan bahwa tim ini sudah melakukan evakuasi dari empat titik paling terdampak gempa.

"Jumlah yang dievakuasi sebanyak 123 orang dari target semula 104 orang. Termasuk dua warga Malaysia dan satu warga Myanmar," tutupnya.

Load More