Duit para nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya digunakan untuk membeli jet hingga operasi plastik, demikian diungkapkan Kepala Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandan.
Ivan mengungkapkan penyalahgunaan duit nasabah Indosurya itu dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Selasa (14/2/2023).
"Dana nasabah itu dipakai, ditransaksikan ke perusahaan terafiliasi. Contohnya dibelikan jet, dibayarkan yacht, bahkan dibayarkan untuk operasi plastik. Untuk suntik macam-macam," kata Ivan seperti yang disaksikan dalam kanal Youtube Komisi III.
Ivan menegaskan bahwa yang dilakukan oleh Indosurya sebagai koperasi simpan pinjam adalah skema ponzi - sebuah bentuk investasi bodong yang lazim digunakan untuk menipu investor.
"Sebenarnya sederhana, skemanya skema ponzi," tegas Ivan.
Ia melanjutkan bahwa karena duit nasabah sudah ditransaksikan ke perusahaan terafiliasi untuk membeli jet hingga operasi plastik, maka pengembalian dana hanya mengandalkan masuknya investor-investor baru.
"Artinya tidak dilakukan bisnis layakya sebuah koperasi," lanjut Ivan.
Ivan mengatakan saat ini PPATK terus menelusuri aliran dana Indosurya. Dia menyebutkan ada aliran dana sampai ke luar negeri.
"Dan jika ditanyakan, apakah ada aliran ke luar negeri, ya PPATK mengikuti aliran ke luar negeri," kata Ivan.
Ivan kemudian mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi, terutama seperti yang ditawarkan oleh Indosurya.
"Memang keuntungan yang besar ditawarkan oleh para pelaku usaha dengan iktikad buruk tadi. Membutakan para nasabah untuk kemudian mereka dengan ikhlasnya memberikan dana untuk investasi yang berisiko," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
6 HP Murah Alternatif Redmi 15, Punya Baterai Jumbo dan Fitur Lengkap
-
Waduh! Siaran Gratis Piala Dunia 2026 Terancam Batal, Presiden Sampai Buka Suara
-
Puluhan Mobil Pemudik Nyasar ke Tengah Sawah Usai Ikuti Arahan Google Maps
-
Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran
-
Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026
-
Jangan Dibuang, 7 Cara Cerdas Olah Sisa Opor & Rendang Jadi Menu Baru yang Lezat
-
Nonton Piala Dunia 2026 Bisa Bikin Kantong Jebol! Ini Rincian Biaya Fantastis yang Harus Disiapkan
-
Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga
-
Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa