/
Sabtu, 18 Februari 2023 | 13:31 WIB
Suasana Istanbul, Turki, sebagai ilustrasi ((Shutterstock).)

Dosen Universitas Islam Indonesia dilaporkan hilang setelah mengadakan kunjungan di salah satu negara Nordic.

Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP), salah satu dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dilaporkan hilang kontak setelah mengikuti aktivitas mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN) di Norwegia.

Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi UII, keluarga AMRP telah melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian secara resmi. Akan tetapi, karena tidak ada nomor referensi pemesanan tiket, maka pelacakan tidak mudah dilakukan.

Setelah dilakukan pelacakan aktivitas daring, terdapat jejak AMRP di Turki pada 13 Februari 2023 sekitar pukul 03.00 dan 08.00 waktu setempat. Setelah itu, tidak ada jejak daring darinya yang bisa dilacak.

"Saat ini, pihak UII masih menunggu informasi dari kantor Turkish Airline di Jakarta untuk membantu memastikan kot persinggahan terakhir," jelas Rektor UII Fathul Wahid.

Adapun kunjungan  AMRP ke kampus negeri Norwegia itu dilakukan tim dari UII Yogyakarta beranggotakan empat orang. Yaitu Fathul Wahid sendiri, AMRP, serta dua orang lain.

Kunjungan ke Norwegia itu bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara UII Yogyakarta dan USN Norwegia, dengan dukungan pendanaan dari Uni Eropa melalui skema Erasmus+.

Setelah beraktivitas selama sepekan di USN sejak Minggu (5/2/2023), tim UII meninggalkan Norwegia melalui Bandar Udara Gardermoen Oslo (Oslo Airport) pada Minggu (12/2/2023). Fathul Wahid bertemu terakhir kali dengan AMRP di Oslo, Norwegia, pada Sabtu malam (11/2/2023).

"Tim terbagi dalam tiga penerbangan berbeda. AMRP sendirian dalam penerbangan kembali ke Indonesia, melalui Istanbul, Turki," tambah Fathul Wahid.

Menurut rencana yang disampaikan secara lisan, AMRP mengatakan kepada Fathul Wahid bahwa rute perjalanan pulangnya adalah Oslo-Istanbul-Riyadh-Istanbul-Jakarta. Namun ia tidak membagikan informasi penerbangannya secara detail kepada rekannya maupun kepada istrinya.

Perjalanannya ke Riyadh dilakukan karena sebagian tiket dibayar oleh panitia konferensi di Arab Saudi yang mengharuskan menggunakan rute itu.

Sebelum ke Oslo, AMRP emberikan pidato kunci dalam konferensi internasional di Jeddah.

Ia menambahkan komunikasi terakhir AMRP dengan istrinya tercatat pada Minggu (12/2/2023) siang, dalam perjalanan pulangnya yang saat itu berada di Bandara Oslo beberapa saat sebelum menaiki pesawat menuju Istanbul.

"Sejak saat itu, AMRP tidak pernah mengirimkan pesan lagi. Beragam upaya mengontak melalui beragam kanal daring, termasuk email, diupayakan,tetapi belum satu pun yang direspons oleh AMRP," jelas Fathul Wahid.

Rencananya, ia mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (16/2/2023) pukul 18.00 WIB.

"Adik AMRP menunggu di pintu kedatangan dan tidak mendapati yang bersangkutan. Setelah melakukan konfirmasi ke Angkasa Pura, nama AMRP tidak ada dalam manifes penerbangan itu," jelas Fathul Wahid.

UII Yogyakarta telah berupaya menghubungi berbagai pihak terkait untuk membantu mencari keberadaan Ahmad Munasir. UII Yogyakarta juga menyampaikan informasi ke KBRI di Norwegia dan Turki, serta menghubungi panitia konferensi di Jeddah yang memesankan tiket penerbangan.

UII juga telah menghubungi Turkish Airline di Oslo untuk memastikan bahwa Ahmad Munasir telah naik pesawat.

Load More