Tekno / Gadget
Selasa, 21 April 2026 | 08:21 WIB
Peluncuran Motorola Signature di Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2026).[Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Motorola mengakui kelangkaan chipset global memicu kenaikan harga perangkat elektronik yang berdampak pada seluruh industri teknologi di Indonesia.
  • Dukungan rantai pasok Lenovo yang luas membuat Motorola belum merasakan dampak signifikan dari krisis pasokan komponen global saat ini.
  • Prioritas distribusi chip untuk industri kecerdasan buatan menyebabkan Motorola tetap mempertimbangkan penyesuaian harga perangkat demi menjaga stabilitas pasar.

Suara.com - Motorola memberikan respons terkait kenaikan harga gadget yang dipicu oleh kelangkaan chip global. Brand yang berada di bawah naungan Lenovo ini menegaskan bahwa masalah supply chain memang nyata dan dirasakan oleh seluruh industri teknologi, termasuk di Indonesia.

Country Head Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo mengakui bahwa kondisi pasar saat ini sedang menghadapi tekanan besar akibat keterbatasan pasokan komponen, terutama chipset yang menjadi otak utama perangkat elektronik.

“Motorola melihat masalah yang ada, kenaikan harga akibat kelangkaan supply ini merupakan masalah yang real di pasar dan dihadapi setiap brand di Indonesia,” ujarnya dalam peluncuran Motorla Edge 70 Fusion dan Motorola Signature di Jakarta, Senin (21/4/2026).

Meski demikian, dia menyebut, posisi Motorola relatif lebih kuat dibandingkan sebagian kompetitor. Hal ini tidak lepas dari dukungan ekosistem besar Lenovo yang memiliki lini bisnis luas di sektor teknologi, mulai dari server, laptop, hingga manufaktur skala global.

“Motorola adalah bagian dari Lenovo yang memiliki support sangat kuat, sehingga supply bisa kami dapatkan dari satu grup besar,” lanjutnya.

Dengan kekuatan rantai pasok tersebut, Bagus mengungkapkan bahwa Motorola belum merasakan dampak signifikan dari krisis chip yang melanda industri global. Namun, perusahaan tetap membuka kemungkinan adanya penyesuaian harga perangkat dari waktu ke waktu.

Country Head Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo dalam peluncuran Motorla Edge 70 Fusion dan Motorola Signature di Jakarta, Senin (21/4/2026). [Suara.com/Dythia]

“Sejauh ini kami belum merasakan dampak langsung dari berkurangnya supply, tapi kami tidak menampik bahwa penyesuaian harga tetap dilakukan mengikuti kondisi pasar,” katanya.

Motorola juga menyoroti bahwa saat ini prioritas distribusi chip global lebih banyak dialokasikan ke industri kecerdasan buatan (AI), yang sedang berkembang pesat. Hal ini secara tidak langsung memengaruhi ketersediaan komponen untuk sektor lain, termasuk gadget konsumen.

“Saat ini prioritas supply chain ada di industri AI, sehingga industri lain akan menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada,” imbuh Bagus.

Baca Juga: Motorola Edge 70 Fusion dan Signature Resmi di Indonesia, Andalkan Kamera DXOMARK dan AI Canggih

Situasi ini membuat produsen gadget harus lebih adaptif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan produk di pasar.

Motorola sendiri menegaskan akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di tengah tantangan global.

Load More