Unsur pola asuh dan tingkat kecerdasan emosional yang rendah mampu menghasilkan ekspresi wajah datar.
Ekspresi wajah datar yang ditampilkan Mario Dandy Satriyo pelaku penganiayaan brutal atas David Latumahina dalam konferensi pers gelaran Polres Metro Jakarta Selatan pekan lalu masih menjadi kajian.
Dikutip dari salah satu tayangan YouTube TVOne, Selamat Pagi Indonesia, Monica Kumalasari, pakar mikroekspresi menganalisa bahasa non-verbal dari sikap yang ditunjukkan Mario Dandy Satriyo.
Ekspresi wajah lelaki usia 20 tahun itu menunjukkan rasa tidak takut.
"Artinya "Saya tidak takut", ini masih konsisten. Kalau ternyata itu benar, bisa saja pola asuh orangtuanya," jelas Monica Kumalasari.
Sementara dari tayangan YouTube Berita Satu, salah satu narasumber Drs. Soeprapto, S.U, Sosiolog Kriminal Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa Mario Dandy Satriyo memiliki tingkat kecerdasan emosional yang rendah.
"Dahulu untuk mengukur kecerdasan hanya berdasarkan IQ (Intelligence Quotient), kini melibatkan kondisi lingkungan, dan sosial, sehingga ada EQ (Emotional Intelligence) atau tingkat kecerdasan emosional. Dalam hal ini, pelaku memiliki tingkat kecerdasan emosional yang rendah," paparnya.
Berdasarkan pemaparan pakar mikro ekspresi Monica Kumalasari, dan Drs. Soeprapto dari sudut psikolog kriminal, unsur pola asuh dan tingkat kecerdasan emosional yang rendah menjadi penjelas dari ekspresi yang ditunjukkan Mario Dandy Satriyo.
Menurut Kentucky Counseling Center, beberapa ciri seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah antara lain:
* Selalu harus benar
* Tidak menyadari perasaan orang lain
* Berperilaku tidak peka
* Menyalahkan orang lain atas masalah mereka
* Memiliki keterampilan mengatasi hal yang buruk
* Memiliki ledakan emosional
* Harus berjuang untuk mempertahankan sebuah relasi
* Mengalihkan percakapan menuju diri dendiri sebagai pusatnya.
Disimak dari ciri-ciri ini, kondisi tingkat kecerdasan emosional rendah bisa dibentuk dari pola pengasuhan dan cara membesarkan anak.
"Di mana kemampuan memahami dan mengatur emosi seharusnya sudah diajarkan kepada anak sejak usia dini. Ini adalah kewajiban penting dari orangtua. Anak-anak harus didorong untuk memahami, berbagi, dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan kepada orangtua mereka," demikian dituliskan Kentucky Counseling Center.
Di sisi lain, jika orangtua memiliki EQ yang rendah, mereka akan kesulitan untuk bisa menghasilkan atau membesarkan anak dengan kecerdasan emosional tinggi. Pasalnya, anak-anak paling baik belajar lewat pemberian contoh. Orangtua yang tidak dapat mengelola emosi mereka secara efektif kemungkinan besar akan menghasilkan anak dengan tingkat kecerdasan emosional rendah.
Kemudian, orangtua yang sangat mengontrol atau menerapkan hukuman fisik kemungkinan besar juga menghasilkan anak yang tumbuh dengan EQ rendah.
Berita Terkait
-
Mario Dandy Satriyo Disebut Menyatakan Penyesalan, Namun Pakar Mikro Ekspresi Menyimpulkan Tatapannya Begini
-
Bukan Main "Pesona" Mario Dandy Satriyo, Ini Sederet Kementerian dan Lembaga yang Diajaknya Ikut Merasakan Pulut
-
Ayah Mario Dandy Satriyo Dapat Surat Undangan KPK, Rekening Jumbo Tidak Dilarang Asalkan ...
-
Mario Dandy Satriyo Tidak Peduli Lingkungan Hidup? Jangan Contoh Aksinya Memperlakukan Taman Nasional Ini
-
Berada di Rumah Sakit Mayapada Jakarta Sekira 15 Menit, Kuasa Hukum Mario Dandy Satriyo Sampaikan Permohonan Maaf Lisan atas Nama Klien
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun, Segini Bocoran Dividen
-
Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200
-
KPop Demon Hunters 2 Segera Tiba, Netflix Resmi Umumkan Rencana Produksi
-
Rismon Sianipar Minta Maaf Soal Ijazah Jokowi, Gibran: Ramadan Bulan Baik untuk Memaafkan
-
Viral Artis Jual Preloved Sampai Celana Dalam Anak dan Handuk Bekas, Siapa?
-
Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Mudik Gratis ke 80 Kota
-
Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'
-
Kasus Narkotika, Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara
-
Cara Cek Jangkauan Sinyal 5G di Jalur Mudik Trans Jawa, Internet Lancar Selama Perjalanan
-
PT SMI Rilis Obligasi Ritel ORIS, Target Kantongi Investasi Rp 300 Miliar