Aftermath yang ditimbulkan Mario Dandy Satriyo sudah melampaui batas pepatah "anak polah bapak kepradah".
Dampak penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy Satriyo atas Cristalino David Ozora Latumahina sungguh besar. Tidak sebatas kekerasan fisik dan mental yang ia tinggalkan kepada korban. Akan tetapi menyeret begitu banyak pihak. Mulai kementerian hingga berbagai kelembagaan. Sehingga pepatah Jawa "anak polah bapak kepradah" atau anak berulah bikin orangtua terkena getah atau pulut mesti diperbesar lagi skalanya.
Berikut adalah daftarnya, dipetik dari berbagai artikel Metro Suara.com, juga dari berbagai sumber termasuk wawancara podcast di YouTube, dan sepertinya list ini berpotensi bisa bertambah:
* Pihak Kepolisian: khususnya Polres Metro Jakarta Selatan yang menangani kasus kekerasan fisik dan verbal secara keji ini. Ada nama Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan sebagai tersangka. Kemudian nama inisial AGH dan APA yang tengah diperiksa.
* Kementerian Keuangan: atas mencuatnya nama Rafael Alun Trisambodo (RAT), kini mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II. Ia adalah ayah dari tersangka Mario Dandy Satriyo yang gemar memamerkan barang-barang hedon, utamanya Jeep Rubicon dan Harley-Davidson. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mencabut jabatan RAT serta membubarkan klub moge atau motor gede Ditjen Pajak yang disebut Belasting DJP.
* Kementerian Agama: bapak dari David Latumahina, yaitu Jonathan Latumahina adalah salah satu pengurus Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang menangani bidang IT. Organisasi ini adalah badan otonom di bawah Nahdlatul Ulama (NU), dan ormas-ormas keagamaan dengan sendirinya dipantau dan dikenali Kementerian Agama atau Kemenag. Sementara secara pribadi, Jonathan Latumahina juga memiliki kedekatan dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau dikenal sebagai Gus Yaqut.
* Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Menteri Parekraf Sandiaga Uno menyatakan perlunya wisatawan untuk mematuhi peraturan masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang hanya boleh menggunakan jip dari pihak pengelola, bukan mobil pribadi. Surat penetapan aturan ini sudah dirilis 2012, dan kekinian ditemukan potret Mario Dandy Satriyo duduk di Jeep Rubicon tengah berada di lautan pasir kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
* Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): meminta RAT melakukan klarifikasi terkait laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
* Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK): David Latumahina atau lengkapnya Cristalino David Ozora Latumahina sebagai korban aksi brutal Mario Dandy Satriyo, serta beberapa orang saksi dikawal Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor atau LBH Ansor meminta permohonan sebagai terlindung kepada LPSK. Tujuannya agar korban bisa mengakses perlindungan dari negara, mengingat kasus penganiayaan akan diusut tuntas dan para tersangka dihadirkan ke meja peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
* Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI): pacar Mario Dandy Satriyo, AGH masih berusia 15 tahun, dan dikabarkan pengacara atau kuasa hukum yang mengurus kasusnya akan menghubungi LPAI dan memintakan status yang bersangkutan agar terlindung. Mengingat usianya, serta disebutkan AGH sudah memperingatkan pelaku, serta minta pertolongan saat melihat korban jatuh.
* Kartu Jakarta Pintar Plus atau KJP Plus: sebuah program Pemprov DKI Jakarta untuk membantu biaya sekolah anak hingga selesai. Usia sekolah yang ditanggung adalah 6-21 tahun dari keluarga tidak mampu. Dikabarkan bahwa salah satu tersangka, Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan adalah penerima KJP Plus mulai 2019.
* Lembaga pendidikan sampai perguruan tinggi: SMA Taruna Nusantara yang menyatakan Mario Dandy Satriyo bukan alumni sekolah ini, hanya menjalani pendidikan sampai kelas X. Perguruan Tinggi Prasetiya Mulya mengeluarkan nama Mario Dandy Satriyo dari daftar mahasiswanya. SMA Tarakanita 1 Jakarta memberikan pernyataan AGH benar adanya murid kelas X SMA Tarakanita 1 Jakarta dan telah diberikan sanksi.
Berita Terkait
-
Ayah Mario Dandy Satriyo Dapat Surat Undangan KPK, Rekening Jumbo Tidak Dilarang Asalkan ...
-
Koleksi Tas Mewah Miliki Istri Rafael Alun Trisambodo, Harganya Bikin Ngelus Dada
-
PNS dengan Gaji Tertinggi di RI, Ternyata Segini Harga Moge Dirjen Pajak Suryo Utomo
-
Kuasa Hukum Sepakat AG Pacar Mario Dandy Ditersangkakan: Proses Hukum Harus Tuntas
-
Mario Dandy Satriyo Pernah Ditegur Warga Kampung di Jogja Akibat Ngebut dan Pakai Knalpot Brong
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan
-
Isyana Sarasvati Tampil Ngedance di Album Eklektiko, Lagu BURN Jadi Andalan Baru
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Kasur dan Tisu Jadi Saksi Bisu Kasus Asusila: Polisi Geledah Ponpes di Ponorogo
-
Lewat Festival Storytelling, Cerita Rakyat Kembali Digaungkan untuk Generasi Muda
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Feng Shui Pintu Depan Rumah, Ini 7 Tips Menatanya agar Menarik Rezeki
-
Raffi Ahmad Sudah Haji Berapa Kali? Tahun Ini Berangkat Lagi tanpa Istri