KPK memastikan bahwa Rafael Alun Trisambodo telah menerima surat undangan klarifikasi LHKPN.
Pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mencopot Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatan sebagai Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II. Tujuannya untuk mempermudah proses pemeriksaan harta kekayaan berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Nama RAT mencuat pascakejadian penganiayaan brutal yang dilakukan salah satu dari keempat anaknya, Mario Dandy Satriyo. Si anak melakukan kekerasan fisik kepada korban bernama Cristalino David Ozora Latumahina sampai mengalami koma.
Dan publik menelisik lebih jauh tunggangan anaknya, yaitu Jeep Rubicon serta Harley-Davidson. Dua produk yang bisa menjadi lambang status seseorang. Harta kekayaan RAT dikulik pengguna media sosial, dan menyentuh angka sekitar Rp 56 miliar. Terpaut sedikit saja dari LHKPN milik Menteri Keuangan RI.
Dikutip dari kantor berita Antara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa RAT sudah menerima surat undangan klarifikasi terkait LHKPN atas namanya, dan acara dijadwalkan berlangsung Rabu (1/3/2023).
"Belum ada konfirmasi (kehadiran), tapi surat undangan telah diterima oleh yang bersangkutan hari ini," jelas Ipi Maryati, Plt. Juru Bicara KPK di Jakarta, Senin (27/2/2023).
Klarifikasi rencananya akan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan dan dipimpin langsung oleh Direktur LHKPN KPK, Isnaini.
Ipi Maryati mengungkapkan, secara garis besar RAT akan diklarifikasi mengenai semua yang terkait dengan kepemilikan harta yang didaftarkan dalam LHKPN.
Kemudian terkait laporan hasil analisa (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada KPK soal RAT, telah ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
"Terkait LHA PPATK yang pertama adalah kami pastikan bahwa semua informasi data yang disampaikan kepada KPK, baik dari instansi maupun dari masyarakat, kami pastikan ditindaklanjuti. Tapi apa bentuknya, tidak dapat saya sampaikan dan apa hasilnya juga tidak bisa saya sampaikan secara detail," tukas Ipi Maryati.
Pahala Nainggolan, Deputi Bidang Pencegahan KPK mengungkapkan bahwa harta RAT yang mencapai sekitar Rp 56 miliar tidak sesuai dengan profil kekayaannya.
Pahala Nainggolan menegaskan tidak ada larangan bagi pejabat untuk mempunyai aset atau harta kekayaan dalam jumlah besar, asalkan profilnya sesuai.
"Jumbo sih bukannya dilarang, kalau lihat di announcement banyak yang jumbo. Namun yang jadi masalah profilnya tidak match. Ini pejabat kementerian, kalau profilnya match tidak apa-apa. Misalnya bapaknya sultan, warisannya gede, ada juga pejabat yang begitu," tandas Pahala Nainggolan di Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Berita Terkait
-
Masih Adakah Pegawai Pajak yang Bekerja Lurus dan Jujur? Ini Kata Sri Mulyani
-
Mario Dandy Satriyo Tidak Peduli Lingkungan Hidup? Jangan Contoh Aksinya Memperlakukan Taman Nasional Ini
-
Mario Dandy Satriyo Dikeluarkan dari Kampus, Beredar IPK Nilai Fantastis Diduga Milik Pelaku Penganiaya David Latumahina Ini
-
Setop Gunakan Istilah Anak dalam Kasus Penganiayaan Brutal oleh Mario Dandy Satriyo, Ia Pelaku Berusia Dewasa Meski Pamerkan Harta Orangtua
-
Bak Showroom Mobil Mevvah, Begini Penampakan Garasi Diduga Milik Ayah Mario Dandy Satriyo Mantan Pejabat Elite
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh