Alamat di STNK dan BPKB saksi bisu penganiayaan brutal ini adalah Mampang Prapatan, yang tidak bisa dimasuki mobil.
Nama Ahmad Saefudin belakangan menjadi viral, karena tertera di surat-surat dokumen Jeep Wrangler Rubicon yang dibesut Mario Dandy Satriyo saat melakukan penganiayaan atas Cristalino David Ozora Latumahina. Sebagai harta bergerak, mobil ini tidak dimasukkan oleh Rafael Alun Trisambodo, ayah tersangka, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Bahkan ia membantah bahwa mobil itu miliknya. Akan tetapi milik kakaknya yang dibeli dari Ahmad Saefudin dan tidak melakukan balik nama pemilik.
Dari temuan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, tim menyelidiki alamat STNK Jeep Wrangler Rubicon hitam itu, yang membawa kepada rumah Ahmad Saefudin di Gang Jati, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sebuah ruas gang sempit yang sulit dibayangkan bisa jadi tempat bertengger mobil dengan dimensi sebesar Jeep Wrangler Rubicon.
Dikutip dari kantor berita Antara, Kamso Badrudin, Ketua RT 01/RW 01 Mampang Prapatan menyatakan sejumlah orang penting pernah mendatangi rumahnya untuk urusan Ahmad Saefudin. Mulai perusahaan kredit mobil, KPK, sampai Kementerian Keuangan. Sementara pihak yang mendatangi rumah kontrakan mantan warganya itu hanya dari media.
Pak RT berusia 49 tahun ini mengungkap bahwa Ahmad Saefudin memiliki kehidupan yang susah di sektor ekonomi. Mantan warganya itu sering menceritakan hidupnya, serta memakai sepeda motor tua untuk kegiatan sehari-harinya.
Ahmad Saefudin mengontrak sendiri sekira 2006 sampai 2008. Dengan harga kontrakan sekira Rp 400.000 per bulan.
Karena itu Kamso Badrudin tidak percaya bila seorang Ahmad Saefudin memiliki mobil Jeep Wrangler Rubicon.
"Saya baru dengar kalau dia pemilik mobil Rubicon tersebut. Kayaknya tidak mungkin banget. Tidak tahu kalau identitasnya dipakai oleh pihak tidak bertanggung jawab," tandas Kamso Badrudin di Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Ia juga menyatakan bahwa Ahmad Saefudin adalah sosok yang dikenal baik dan ramah ke semua orang. Akan tetapi tidak pernah menceritakan kepemilikan Jeep Wrangler Rubicon.
Saat meninggalkan kontrakannya, Ahmad Saefudin tidak mengabari, namun masih berkomunikasi dengan Ketua RT itu saat ada jatah bantuan sosial (bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) 2022.
"Sekarang sudah tidak bisa dihubungi lagi nomor teleponnya. Menurut keterangan terakhirnya, dia tinggal di daerah Cipinang, Jakarta Timur," jelas Kamso Badrudin.
Pahala Nainggolan, Deputi Bidang Pencegahan KPK menyatakan KPK awalnya menelusuri identitas pemilik Jeep Wrangler Rubicon melalui pelat nomor. Penelusuran membawa tim KPK ke alamat yang terletak di Gang Jati, Mampang Prapatan Jakarta Selatan.
Disebutkannya bahwa Rafael Alun Trisambodo mengaku membeli mobil dari pemilik yang namanya tercantum di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Jeep Wrangler Rubicon itu dan menjualnya kepada kakaknya.
"Diklarifikasi kepada yang bersangkutan (Rafael Alun Trisambodo). (Rubicon) memang bukan atas nama yang bersangkutan, tapi atas nama kakak yang bersangkutan," ujar Pahala Nainggolan di Jakarta, Rabu (1/3/2023).
Berita Terkait
-
Kisah Haru Pemilik Jeep Wrangler Rubicon yang Digeber Mario Dandy Satriyo Menganiaya: Kerja di Inafis Polri, Jual Kopi dan Mi, Rumah di Gang Jati
-
Berkaca dari Laporan Harta Gendut Milik Rafael Alun Trisambodo, Pejabat dengan Harta Kurus Juga Masuk Hitungan KPK
-
Kasus Rafael Alun Trisambodo, KPK Dorong DPR RI Ubah Aturan Kewenangan Lembaga Antikorupsi Tentukan Pejabat yang Wajib Lapor Harta
-
Di KPK Ayah Mario Dandy Satriyo Sebutkan Rubicon Milik Kakaknya, Harley-Davidson Tanpa Pelat Nomor Polisi
-
Relasi Kuasa dan Ketergantungan, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Lumbantoruan Berbagi Makanan di Balik Jeruji
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan