Apakah Jeep Wrangler Rubicon yang jadi saksi bisu penganiayaan benar-benar dimiliki oleh sosok ini? Silakan percaya atau tidak percaya.
Pada Senin (20/2/2023) malam tersangka Mario Dandy Satriyo melakukan penganiayaan brutal terhadap Cristalino David Ozora Latumahina. Jeep Wrangler Rubicon hitam yang menjadi barang bukti dan saksi bisu disita Polres Metro Jakarta Selatan.
Bapak tersangka, Rafael Alun Trisambodo memenuhi permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemeriksaan terkait harta gendut dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan menyebutkan Jeep Wrangler Rubicon yang dipakai anaknya dibeli dari seseorang bernama Ahmad Saefudin, yang dijual kembali kepada kakaknya tanpa melakukan balik nama kendaraan.
Dari penelusuran yang dilakukan KPK berdasarkan surat BPKB dan STNK Jeep Wrangler Rubicon, tim sampai di Gang Jati, kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Saat KPK mendatangi lokasi, yang bersangkutan disebut warga tidak lagi tinggal di lokasi itu.
Dikutip dari laman News Suara.com, nama Ahmad Saefudin menjadi sorotan karena diduga dicatut menjadi pemilik sah Jeep Wrangler Rubicon dalam kasus penganiayaan dengan tersangka Mario Dandy Satriyo.
Ani (50) adalah salah satu mantan tetangga Ahmad Saefudin serta teman lama. Ia menyatakan bahwa sosok yang diduga namanya dicatut itu pernah bekerja di bagian cleaning service hingga berjualan kopi dan mi.
Menurutnya, sosok ini bukanlah orang yang berkecukupan untuk membeli mobil kelas wah.
"Saya tidak percaya. Buat makan saja susah. Kalau gaji doang, buat makan nggak cukup, katanya dia ya kalau cerita," jelas Ani saat ditemui di lokasi, Kamis (2/3/2023).
Di mata Ani, Ahmad Saefudin adalah pribadi lugu dan baik. Sejauh ini dia tidak berprasangka temannya terlibat langsung dalam perkara Mario Dandy Satriyo.
Sedangkan Kamso Badrudin, adalah Ketua RT di Gang Jati, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lokasi di mana tertera alamat rumah Ahmad Saefudin.
Ia menyatakan Ahmad Saefudin pernah bekerja satu tahun di Inafis Polri, pada 2019 hingga 2020.
"Terakhir sih saya dengar ia di Inafis Polri. Cuma bukan jadi anggota Polisi melainkan honorer Inafis saja," jelas Kamso Badrudin saat ditemui pada Kamis (2/3/20230).
Ia sendiri terakhir kali bertemu Ahmad Saefudin pada 2022. Saat itu mantan warga Gang Jati ini menyatakan pindah rumah di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.
"Tapi komunikasi masih ada, terakhir 2022. Ada pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan pembagian Bansos. Dia masih ketemu saya, bilang, "Saya pindah Pak RT, di Cipinang"," demikian Kamso Badrudin menirukan kalimat yang diucapkan Ahmad Saefudin.
Kamso Badrudin yakin nama mantan salah satu warganya itu sengaja dicatut dalam kepemilikan Jeep Wrangler Rubicon. Kamso kini tengah berusaha mencari keberadaan Ahmad Saefudin melalui sambungan telepon.
"Kalau menurut saya, nama Mas Saefudin dipakai untuk kepemilikan Rubicon tersebut. Disalahgunakanlah, makanya saya juga mau menghubungi ini, ada apa dengan Ahmad Saefudin 'kan harus dipertanyakan," tandas Kamso.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Rafael Alun Trisambodo, KPK Dorong DPR RI Ubah Aturan Kewenangan Lembaga Antikorupsi Tentukan Pejabat yang Wajib Lapor Harta
-
Pihak Taman Nasional Sebut Mulai Agustus 2022 Tidak Rekomendasi Mobil Pribadi Masuk Kawasan, Kapan Rubicon Mario Dandy Satriyo Ada di Sana?
-
Di KPK Ayah Mario Dandy Satriyo Sebutkan Rubicon Milik Kakaknya, Harley-Davidson Tanpa Pelat Nomor Polisi
-
Relasi Kuasa dan Ketergantungan, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Lumbantoruan Berbagi Makanan di Balik Jeruji
-
Sebelum David Latumahina Dianiaya secara Brutal, Mario Dandy Satriyo Pernah Ancam Tembak dan Diduga AGH Bawa Nama Aparat Negara
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret