Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terhadap David belakangan ini masih menjadi perhatian publik. Terlebih sang ayah merupakan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diduga menunggak pajak Rubicon.
Membandingkan dengan perilaku Mario Dandy yang gemar memamerkan harta orang tua, warganet menyorot Rafdi Marajabessy, anak Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Sinen.
Pasalnya tak seperti anak pejabat lainnya, Rafdi diketahui bekerja sebagai kuli bangunan tanpa mengandalkan kesuksesan sang ayah.
Hal ini terlihat dari video yang beredar belakangan ini dan dibagikan kembali melalui akun Instagram @gosipnyinyir2.
Menurut rekaman video tersebut, sejak duduk di bangku 1 SMA, Rafdi memilih hidup mandiri sebagai seniman bangunan. Terlihat sosok Rafdi yang telah mengangkut batu dan bahan bangunan lainnya.
Rupanya didikan tersebut diajarkan oleh sang ayah yang meminta anaknya untuk mandiri dan pekerja keras meskipun ayahnya adalah seorang pejabat.
"Ayah saya mendidik saya selalu bilang kepada saya, yang Wakil Wali Kota Tidore itu ayah bukan kamu. Jadi, anak-anak ayah harus mencari, mandiri. Karena jabatan yang dimiliki oleh ayah saya itu tidak selamanya," ucap Rafdi.
Saat ini, Rafdi telah menikah dan memiliki seorang anak lelaki. Ia memutuskan untuk tak mengikuti jejak sang ayah dan memilih untuk hidup sederhana.
Seperti yang diketahui, Rafi sendiri adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ia lulus SMA pada 2017.
Baca Juga: Habis Bercinta Bukannya Puas Malah Galau Parah? Waspadai Post-Sex Blues
Kisah Rafdi pun dibandingkan oleh Mario Dandy yang memang diketahui sering memamerkan kendaraan mewah di akun Instagram miliknya.
Beberapa warganet juga menyoroti pola asuh dari orang tua yang berperan dalam menentukan karakter seorang anak.
"Ya emang harus gitu, lihat aja anak presiden jualan pisang sama martabak. Mario aja yang belagu akhirnya kena batunya, gara-gara dia karir bapaknya hancur seketika," tulis akun @a****************
"Semua karena didikan orang tua itu beneran ngaruh loh untuk masa depan karakter kita," komentar @k*************
"Keren, salut sama bapaknya yang bisa mendidik anak menjadi mandiri tanpa embel-embel jabatan orang tua," tambah @e****************
"Nah ini baru contoh, Mario Dandy harus lihat nih," sahut @t*****_****_
"Salut, nggak aji mumpung. Kebanyakan anak pejabat hidupnya mewah," timpal @d*****_**
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan