/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 18:56 WIB
Kakak AGH (15) salah satu pelaku penganiayaan David Latumahina (17), Ivana Yoan. (YouTube/Najwa Shihab)

Polda Metro Jaya yang telah resmi mengambil alih kasus penganiayaan David Latumahina (17) menetapkan AGH (15), kekasih Mario Dandy Satriyo (20), sebagai pelaku.

Hingga kini detail apa yang dilakukan AGH pada 20 Februari 2023 memang belum terungkap. Namun beredar isu bahwa AGH menjadi provokator hingga berujung membuat David koma seperti sekarang.

Hal inilah yang coba diluruskan kakak AGH, Ivana Yoan, dalam tayangan Mata Najwa yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab.

"Sebenarnya aku juga nggak mau keekspos media, tapi guncangan-guncangan publik di luar sana itu luar biasa gilanya, nggak cuma untuk mental adikku aja tapi kita sebagai keluarga," kata Yoan, dikutip pada Sabtu (4/3/2023).

Informasi pertama yang diungkap adalah perihal AGH bukan provokator hingga membuat Dandy tahu soal perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan David kepadanya.

"Sebenarnya MDS ini mengetahui perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan D kepada AGH melalui saksi APA. Jadi ini untuk mengklarifikasi bahwa sebenarnya bukan AGH yang memberitahukan MDS," ujar Yoan.

Dandy kemudian mengonfirmasi kabar tersebut dan berujung mendorong AGH untuk mempertemukannya dengan David. Sementara di sisi lain, AGH memang sudah merencanakan untuk mengembalikan kartu pelajar David yang masih dibawanya.

Hingga pada hari kejadian, Dandy sedang berjalan-jalan dengan AGH sepulang sekolah. Saat itu Dandy sudah membujuk AGH agar David mau bertemu dengan alasan mengembalikan kartu pelajar.

AGH disebut merasa tidak nyaman dengan permintaan Dandy tersebut, apalagi karena berujung membuatnya harus berbohong kepada David.

Baca Juga: Kakak Bantah AG Tertawa Saat David Dianiaya Mario Dandy, Ini Penjelasannya

"Akhirnya dia berusaha untuk menunda atau mengulur atau mencegah terjadinya pertemuan ini," sambungnya, seperti dengan mengajak Dandy mengantarnya pulang sampai treatment di salah satu mall di Bintaro.

Namun akhirnya pertemuan itu tetap terjadi ketika AGH sedang perawatan. "MDS menjemput temannya yang inisialnya adalah S. Ternyata sebelum sampai ke mall ini, MDS dan S mempunyai pembicaraan ini. Jadi S ini berkata kepada MDS, 'Wah parah sih kalau gue jadi lo gue nggak terima, pukulin aja, parah tuh'," jelas Yoan.

Ketika AGH bergabung kembali dengan Dandy dan tersangka Shane Lucas (19), kedua pemuda itu sama sekali tidak membahas penganiayaan, bahkan ketika mereka kemudian mendatangi David.

"Jadi yang memang AGH tahu adalah AGH ingin mengembalikan kartu pelajarnya dan MDS di sini ingin berbicara baik-baik dengan D," terang Yoan, sekaligus menegaskan AGH juga sudah mengingatkan Dandy agar berbicara baik-baik dengan David.

Namun hal ini tidak terjadi lantaran beberapa waktu kemudian David malah menjadi korban penganiayaan sadis oleh Dandy. Shane disebut bertugas merekam penganiayaan itu, sementara AGH mengaku sangat syok dengan peristiwa yang terjadi.

"AGH sama sekali tidak tertawa atau ekspresi senang, malah sebaliknya dia takut dan refleknya mengalihkan pandangan," kata Yoan, menyebut adiknya juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika akhirnya diserahi ponsel oleh Shane yang merekam penganiayaan.

Namun rekaman itu akhirnya berakhir ketika AGH disebut tersadar dari ketakutannya. "Jadi setelah teriakan 'woi' dari Ibu R ini, AGH tersadar dari syoknya itu, freeze-nya itu," pungkas Yoan.

Load More