Beredar narasi yang menyebut Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di rumah Hary Tanoesoedibjo. Dari hasil penggeledahan itu, penyidik disebut menemukan uang senilai Rp500 triliun dan barang misterius.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Agenda Politik pada Minggu (5/3/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"KEJAGUNG GELEDAH RUMAH HARY TANOE,PENYIDIK KAGET TEMUKAN BARANG INI - BREAKING NEWS - AGENDA POLITIK."
"BREAKING NEWS. MODYAR !! RUMAH HARY TANOE DI GLEDAH. PENYIDIK TERKEJUT TEMUKAN TUMPUKAN UANG 500 T DAN BARANG MISTERIUS."
Hingga kini, video ini telah ditayangkan lebih dari 5 ribu kali. Tak sedikit warganet yang mempercayai klaim yang ditulis oleh kanal YouTube ini. Hal ini terlihat dari komentar yang dilontarkan oleh warganet.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Kejagung menggeledah rumah milik pendiri Partai Perindo tersebut adalah tidak benar.
Baca Juga: Disebut Bohongi Aldila Jelita, Indra Bekti Klarifikasi soal Asuransi Kesehatan: Aku Nggak Tahu Deh
Faktanya, dalam video berdurasi 3 menit 43 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan menjelaskan terkait klaim yang telah ditulis. Isi video dengan judul serta narasi di thumbnail-nya tidak memiliki kesesuaian.
Narator dalam video ini pun hanya menguraikan berita terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit di Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada tahun 2015 silam. Dalam kasus dugaan korupsi ini, negara disebut mengalami kerugian hingga Rp500 miliar lebih.
Narasi yang ada di dalam video tersebut diklaim diambil dari artikel liputan6.com, tapi liputan6.com telah memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah meliput dan mempublikasikan berita terkait penggeledahan rumah Hary Tanoesoedibjo.
Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim kejagung geledah rumah milik Hary Tanoesoedibjo dan temukan uang senilai Rp500 triliun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar yang disebarkan kanal YouTube Agenda Politik adalah keliru.
Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.
Berita Terkait
-
Diajak Main Panco, Intip 9 Momen Akrab Raffi Ahmad dan Hary Tanoesoedibjo
-
Fakta-fakta Kasus Korupsi Satelit di Kemenhan, Rugikan Negara Capai Rp 453 M
-
Rafael Alun Disorot, KPK Usul Sanksi Pecat Bagi Pejabat Negara Tidak Jujur Isi LHKPN
-
CEK FAKTA: Pengakuan Alyssa Soebandono Menikah dengan Dude Hanya Kontrak, Benarkah?
-
Mantan Kades Berjo Karanganyar Dituntut 7 Tahun 6 Bulan Penjara, LAPAAN RI Jawa Tengah Puji Kinerja JPU
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Selasa 24 Februari 2026, Jangan Terlambat Sahur!
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Selasa 24 Februari 2026, Ayo Sahur Tepat Waktu!
-
3 Cara Menghasilkan Uang dari HP Tanpa Modal untuk THR Lebaran, Terbukti Cuan Maksimal
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
4 Pelembab Bamboo, Perbaiki Skin Barrier Kulit Sensitif yang Mudah Iritasi
-
7 Serum Alpha Arbutin dan Niacinamide Ampuh Hempas Noda Hitam, Siap Glowing saat Lebaran
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Drama Kasus Tual: Kenapa Kapolda Maluku Kejar Tenggat Waktu Pelimpahan Berkas Bripda Siahaya?
-
Terungkap! 4 Fakta Pelarian 8 Tahanan Polres Way Kanan Berawal dari Tukang Kantin