/
Minggu, 05 Maret 2023 | 16:16 WIB
CEK FAKTA: Bharada E Keracunan Saat di Penjara Akibat Konsumsi Makanan Bercampur Zat Berbahaya (YouTube/Warta Informasi)

Beredar narasi yang menyebut terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana kepada Brigadir J, Richard Eliezer alias Bharada E, mengalami keracunan saat berada di penjara.

Penyebab dari insiden tersebut diduga gara-gara makanan yang dikonsumsi Bharada E terkontaminasi zat mematikan.

Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Warta Informasi pada Minggu (5/3/2023).

Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.

"Bentuk Ter0r Smbo || Mkanan Bhrada e terkontaminasi zt memtikan."

"BHARDA E KERCUNN. SRAPANNYA DICAMPURI ZT BERBHY."

Lalu benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Bharada E mengalami keracunan akibat mengkonsumi makanan dari penjara yang telah tercampur zat berbahaya adalah tidak benar.

Baca Juga: Ungkap Kriteria Cawapres Idaman, Prabowo: Berakhlak, Gak Punya Minat Cari Keuntungan Pribadi!

Faktanya, dalam video berdurasi 5 menit 49 detik tersebut sama sekali tidak berisi uraian dan penjelasan terkait klaim yang ditulis oleh kanal YouTube pengunggah video.

Isi video dengan judul serta narasi yang ada di thumbnail-nya tidak memiliki kesesuaian.

Selain itu, narator dalam video ini justru hanya membacakan artikel berjudul Antisipasi Ancaman Teror, Makanan Bharada E Dipantau Ketat yang diunggah oleh toraja.tribunnews.com pada Kamis (2/3/2023).

Artikel ini mengulas soal pernyataan pengacara Bharada E, Ronny Talapessy, yang menyatakan adanya kliennya hanya bisa ditemui oleh beberapa orang, termasuk dirinya dan keluarga.

Makanan yang diberikan kepada Bharada E pun harus diperiksa dengan mendetail agar tidak ada hal-hal yang membahayakan Richard.

Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim Bharada E mengalami keracunan.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar yang disebarkan kanal YouTube Warta Informasi adalah keliru.

Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.

Load More