Beredar narasi yang menyebut terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana kepada Brigadir J, Richard Eliezer alias Bharada E, mengalami keracunan saat berada di penjara.
Penyebab dari insiden tersebut diduga gara-gara makanan yang dikonsumsi Bharada E terkontaminasi zat mematikan.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Warta Informasi pada Minggu (5/3/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"Bentuk Ter0r Smbo || Mkanan Bhrada e terkontaminasi zt memtikan."
"BHARDA E KERCUNN. SRAPANNYA DICAMPURI ZT BERBHY."
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Bharada E mengalami keracunan akibat mengkonsumi makanan dari penjara yang telah tercampur zat berbahaya adalah tidak benar.
Baca Juga: Ungkap Kriteria Cawapres Idaman, Prabowo: Berakhlak, Gak Punya Minat Cari Keuntungan Pribadi!
Faktanya, dalam video berdurasi 5 menit 49 detik tersebut sama sekali tidak berisi uraian dan penjelasan terkait klaim yang ditulis oleh kanal YouTube pengunggah video.
Isi video dengan judul serta narasi yang ada di thumbnail-nya tidak memiliki kesesuaian.
Selain itu, narator dalam video ini justru hanya membacakan artikel berjudul Antisipasi Ancaman Teror, Makanan Bharada E Dipantau Ketat yang diunggah oleh toraja.tribunnews.com pada Kamis (2/3/2023).
Artikel ini mengulas soal pernyataan pengacara Bharada E, Ronny Talapessy, yang menyatakan adanya kliennya hanya bisa ditemui oleh beberapa orang, termasuk dirinya dan keluarga.
Makanan yang diberikan kepada Bharada E pun harus diperiksa dengan mendetail agar tidak ada hal-hal yang membahayakan Richard.
Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim Bharada E mengalami keracunan.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar yang disebarkan kanal YouTube Warta Informasi adalah keliru.
Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Kejagung Geledah Rumah Hary Tanoesoedibjo, Temukan Uang Rp 500 Triliun hingga Barang Misterius?
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Terciduk Sempat Ngamar dengan Nikita Mirzani Sebelum Dieksekusi, Benarkah?
-
Trisha Eungelica Sentil Hakim Wahyu Usai Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati: Biar Tuhan Buka Semuanya
-
Kapolri Akui Kasus Ferdy Sambo Jadi Pukulan Berat hingga Kepercayaan Publik Hilang: Ini Pil Pahit untuk Polri
-
Ferdy Sambo Divonis Mati, Putri Sulung Wanti-wanti Hakim Wahyu Iman Santoso: Biar Tuhan yang Buka!
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bukan Sekadar Drama Aksi, Ini Alasan Trigger Wajib Kamu Tonton
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Gerakan Selamatkan Pangan di Daerah, Ini Hasilnya
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
-
Jomlo Bahagia
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!