Richard Eliezer atau Bharada E secara mengejutkan mendapat vonis rendah, yakni 1 tahun 6 bulan dari majelis hakim, dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Kini, Richard Eliezer berada di dalam sel penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Namun, terbaru, beredar kabar bahwa Bharada E keracunan di dalam penjara. Dia disebut mengonsumsi zat mematikan.
Benarkah informasi tersebut?
Pemeriksaan fakta
Baca Juga: Catat! Ini 3 Syarat Konversi Motor BBM ke Motor Listrik: Moge Tidak Termasuk
Informasi Bharada E keracunan zat berbahaya di dalam penjara kali pertama disebar oleh kanal YouTube Warta Informasi, Mingu (5/3) akhir pekan lalu.
Dalam narasi pada skets atau gambar sampul video yang diunggah kanal YouTube tersebut, menyebutkan Bharada E tampak sengaja diracun melalui makanan yang dicampur zat mematikan.
Tak hanya itu, dalam thumbnail video tersebut juga disebutkan racun zat mematikan itu adalah bentuk teror dari Ferdy Sambo.
"Bentuk Ter0r Smbo || Mkanan Bhrada e terkontaminasi zt memtikan," demikian narasi dalam video itu yang dilanjutkan, "BHARDA E KERCUNN. SRAPANNYA DICAMPURI ZT BERBHY."
Tapi, ketika diklik, video tersebut tidak membahas apa pun tentang racun tersebut. Tidak juga ada bukti tentang Bharada E keracunan di dalam penjara.
Video itu justru membahas salah satu artikel media online berjudul "Antisipasi Ancaman Teror, Makanan Bharada E Dipantau Ketat".
Selain itu, narator video juga hanya mengulas pernyataan Ronny Talapessy, yang merupakan pengacara Bharada E.
Dalam video itu, Ronny mengatakan kliennya hanya bisa ditemui sedikit orang selama di penjara.
Soal makanan, kata Ronny, milik Bharada E selalu dijaga ketat dan diperiksa untuk terjamin tak ada racun.
Kesimpulan
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa narasi bahwa Bharada E keracunan zat beracun di dalam penjara, sebagai teror dari Ferdy Sambo adalah hoaks alias bohong.
Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa klaim Bharada E keracunan di penjara dan diduga merupakan ulah Ferdy Sambo cs itu salah, masuk hoaks kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Indra Bekti Ngamuk Jambak Aldila karena Diancam
-
Beda Penanganan Kasus Ferdy Sambo vs Bripda Haris, Polri Dinilai Tak Adil
-
CEK FAKTA: Muncul Video Lawas Arya Saloka Cium Bibir Amanda Manopo Bikin Baper, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Aldila Jelita Minta Harta Gono Gini, Usai Kuasai Uang Donasi Indra Bekti, Benarkah?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.711
-
Dreams of Joy: Antara Impian Seorang Gadis vs Kelamnya Tiongkok Era Mao
-
Review The Whisper Man: Drama Kriminal Penuh Misteri dan Emosi yang Haru
-
Api Meluas di Perkebunan Makaeling, ERT Gosowong Bergerak Bantu Pemadaman
-
Ramalan Zodiak Pisces September 2026: Keuangan Jadi Fokus Utama, Karier dan Asmara Diuji??
-
Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?
-
AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan
-
Kementerian ESDM Uji Data Desil Penerima untuk Cegah Masalah Pembatasan Pertalite
-
AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS per Barel
-
Segera Koleksi, Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2.664.00/Gram