Mario Dandy Satriyo sukses bikin geger berbagai pihak, termasuk bikin aliran dana keluarga mampet.
Menjelang akhir pekan, Jumat (10/3/2023), tersangka penganiayaan brutal bernama Mario Dandy Satriyo (20) menjalani rekonstruksi perlakuan kejinya kepada anak korban D di sebuah kompleks perumahan elit Jakarta Selatan. Jeep Wrangler Rubicon yang menjadi barang bukti serta saksi bisu aksinya dihadirkan. Kendaraan mewah ini pula yang menjadi salah satu modal flexing atau pamer-pamer harta bapaknya, Rafael Alun Trisambodo, mantan ASN dan pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta.
Suka atau tidak suka, Mario Dandy Satriyo ikut "berjasa" membuka kotak Pandora. Yaitu menunjukkan pendapatan atau perolehan harta gendut milik bapaknya sendiri. Meski disebutkan adanya anomali kondisi keuangan Rafael Alun Trisambodo berkembang biak pesat sampai tidak sesuai profil sudah diendus beberapa saat lamanya.
Kekinian, Rafael Alun Trisambodo mengalami kesulitan membuka safe deposit box berisi pundi-pundi kekayaan dalam bentuk uang nominal. Nilainya fantastis, mencapai Rp 37 miliar, atau sekira setengah dari jumlah kekayaan yang dilaporkannya lewat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yaitu Rp 56 miliar. Tentunya tanpa memasukkan kendaraan Jeep Wrangler Rubicon modal flexing si anak.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan temuan safe deposit box milik Rafael Alun Trisambodo. Isinya senilai Rp 37 miliar dalam bentuk uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS).
Mahfud MD menyatakan bahwa pemblokiran safe deposit box itu telah dilakukan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).
"Pada suatu hari, pagi, dia (Rafael) datang ke bank mau membuka itu (safe deposit box)," jelasnya dalam konferensi pers pada Sabtu (11/3/2023).
Mengetahui gerak-gerik Rafael Alun Trisambodo ini, PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan) langsung bergerak mengambil tindakan.
"Langsung diblokir sama PPATK," tegas Mahfud MD.
Karena tidak bisa langsung membukanya, PPATK mencari dasar hukumnya, dan dilakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Bisa tidak ini dibongkar? Bongkar. Isinya ketemu satu deposit box sebesar Rp 37 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat," lanjutnya.
"Itu yang baru ditemukan sebagian, Rp 37 miliar," kata Mahfud MD kemudian.
PPATK sendiri menduga uang yang tersimpan di safe deposit box milik Rafael Alun Trisambodo tadi adalah hasil suap.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap dugaan uang itu berasal dari suap, karena berbentuk mata uang asing.
"Yang kami menduga demikian (uang hasil suap). Karena mata uang asing. Dari mana lagi?" tandasnya pada Jumat (10/3/2023).
Selain itu, sebelumnya PPATK menemukan Rafael Alun Trisambodo menggunakan nominee dalam transaksi keuangannya. Ditemukan mutasi transaksi sekitar Rp 500 miliar dari 40 rekening bank Rafael Alun Trisambodo dan keluarganya.
Di KPK, kasus dugaan kejanggalan harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo telah ditingkatkan ke proses penyelidikan. Hal itu setelah KPK melakukan klarifikasi ke Rafael Alun Trisambodo tengah minggu ini, Rabu (1/3/2023).
Tag
Berita Terkait
-
Rafael Alun, Manusia Setengah Triliun
-
Mario Dandy Satriyo Diajak Penyidik Berlari ke Arah Mobil, Dibawa Menuju Lokasi Rekonstruksi Penganiayaan David Latumahina
-
Selain Mengakui AGH Hanya Adik, Mario Dandy Satriyo Sebut Baru Pacaran Sebulan
-
Soroti Mario Dandy Satriyo Sebagai Pelaku Penganiayaan, Ketua Tanfidziyah PBNU Sebut Cara Orangtua Mengelola Keluarga Salah
-
Bila Rekening Gendut Bapak Mario Dandy Satriyo Jadi Dasar Aksi Boikot Bayar Pajak Rasanya Tidak Tepat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh
-
Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
-
Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto