/
Minggu, 12 Maret 2023 | 08:54 WIB
Rafael Alun Trisambodo, ayah Mario Dandy Satriyo, diperiksa KPK pada Rabu (1/3/2023). ([Suara.com/Alfian Winanto])

Mario Dandy Satriyo sukses bikin geger berbagai pihak, termasuk bikin aliran dana keluarga mampet.

Menjelang akhir pekan, Jumat (10/3/2023), tersangka penganiayaan brutal bernama Mario Dandy Satriyo (20) menjalani rekonstruksi perlakuan kejinya kepada anak korban D di sebuah kompleks perumahan elit Jakarta Selatan. Jeep Wrangler Rubicon yang menjadi barang bukti serta saksi bisu aksinya dihadirkan. Kendaraan mewah ini pula yang menjadi salah satu modal flexing atau pamer-pamer harta bapaknya, Rafael Alun Trisambodo, mantan ASN dan pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta.

Suka atau tidak suka, Mario Dandy Satriyo ikut "berjasa" membuka kotak Pandora. Yaitu menunjukkan pendapatan atau perolehan harta gendut milik bapaknya sendiri. Meski disebutkan adanya anomali kondisi keuangan Rafael Alun Trisambodo berkembang biak pesat sampai tidak sesuai profil sudah diendus beberapa saat lamanya.

Kekinian, Rafael Alun Trisambodo mengalami kesulitan membuka safe deposit box berisi pundi-pundi kekayaan dalam bentuk uang nominal. Nilainya fantastis, mencapai Rp 37 miliar, atau sekira setengah dari jumlah kekayaan yang dilaporkannya lewat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yaitu Rp 56 miliar. Tentunya tanpa memasukkan kendaraan Jeep Wrangler Rubicon modal flexing si anak.

Dikutip dari kanal News Suara.com, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan temuan safe deposit box milik Rafael Alun Trisambodo. Isinya senilai Rp 37 miliar dalam bentuk uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS).

Mahfud MD menyatakan bahwa pemblokiran safe deposit box itu telah dilakukan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

"Pada suatu hari, pagi, dia (Rafael) datang ke bank mau membuka itu (safe deposit box)," jelasnya dalam konferensi pers pada Sabtu (11/3/2023).

Mengetahui gerak-gerik Rafael Alun Trisambodo ini, PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan) langsung bergerak mengambil tindakan.

"Langsung diblokir sama PPATK," tegas Mahfud MD.

Karena tidak bisa langsung membukanya, PPATK mencari dasar hukumnya, dan dilakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bisa tidak ini dibongkar? Bongkar. Isinya ketemu satu deposit box  sebesar Rp 37 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat," lanjutnya.

"Itu yang baru ditemukan sebagian, Rp 37 miliar," kata Mahfud MD kemudian.

PPATK sendiri menduga uang yang tersimpan di safe deposit box milik Rafael Alun Trisambodo tadi adalah hasil suap.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap dugaan uang itu berasal dari suap, karena berbentuk mata uang asing.

"Yang kami menduga demikian (uang hasil suap). Karena mata uang asing. Dari mana lagi?" tandasnya pada Jumat (10/3/2023).

Selain itu, sebelumnya PPATK menemukan Rafael Alun Trisambodo menggunakan nominee dalam transaksi keuangannya. Ditemukan mutasi transaksi sekitar Rp 500 miliar dari 40 rekening bank Rafael Alun Trisambodo dan keluarganya.

Di KPK, kasus dugaan kejanggalan harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo telah ditingkatkan ke proses penyelidikan. Hal itu setelah KPK melakukan klarifikasi ke Rafael Alun Trisambodo tengah minggu ini, Rabu (1/3/2023).

Load More