/
Senin, 13 Maret 2023 | 15:35 WIB
Gedung KPK ([Suara.com])

Mulai flexing sampai usaha real estate masuk dalam pemeriksaan keuangan KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemanggilan kepada Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Makassar Andhi Pramono dan Kepala Kantor Pajak Madya Jakarta Timur, Wahono Saputro. Bersamaan, keduanya dijadwalkan tatap muka pada Selasa (14/3/2023) untuk mengobrol soal rekening gendut.

Dikutip dari kanal News Suara.com, Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK Ipi Maryati menyatakan bahwa surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada Andhi Pramono serta Wahono Saputro.

"Permintaan klarifikasi atas LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) keduanya besok," jelasnya, Senin (13/3/2023).

Sesuai jadwal,  Andhi Pramono serta Wahono Saputro bakal dimintai klarifikasi pada pukul 09.00 WIB di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Andhi Pramono dipanggil KPK karena harta kekayaan diduga janggal. Juga buntut dari gaya hidup keluarganya yang gemar flexing atau pamer-pamer kekayaan di media sosial.

Hasil analisis transaksi keuangan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK, ditemukan hal yang janggal. Yaitu dana masuk dari perusahaan hingga pembelian barang-barang mewah.

"Setoran tunai jumlah besar, dari perusahaan-perusahaan, pembelian barang-barang mahal dan lain-lain," jelas Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, Kamis (9/3/2023).

Merujuk pada Laporan LHKPN 2021 miliknya, tercatat Andhi Pramono memiliki kekayaan Rp 13,75 miliar.

Kekayaan itu terbagi atas tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah, nilai seluruhnya mencapai Rp 6,9 miliar. Kemudian alat transportasi dan mesin berupa 11 mobil dan 2 sepeda motor dengan nilai seluruhnya Rp 1,8 miliar. Surat berharga Rp 2,9 miliar,  harta bergerak lainnya sekitar Rp 706 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp 1,2 miliar.

Sementara Wahono Saputro dipanggil untuk diklarifikasi soal kepemilikan saham atas nama istrinya di dua perusahaan milik Ernie Meike Torondek, istri mantan pejabat pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo. Dua perusahaan itu adalah usaha perumahan di Minahasa Utara dengan luas 6,5 hektare.

"Bahwa perusahaan yang dua ini, pemegang sahamnya selain istri RAT,  ada lagi istri orang pajak juga. Kami sebut namanya saudara Wahono Saputro," jelas Kepala Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan pada Rabu (8/3/2023).

Load More