- Program PHINLA mengedukasi 10.000 warga Jakarta tentang pentingnya memilah sampah rumah tangga saat Hari Bumi di CFD.
- Kampanye melibatkan 200 relawan yang memberikan edukasi praktis mengenai pengolahan limbah organik serta daur ulang di masyarakat.
- Inisiatif ini bertujuan memperbaiki sistem pengelolaan sampah hulu agar sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Nomor 77 Tahun 2020.
Suara.com - Kebiasaan memilah sampah dari rumah kembali ditegaskan sebagai langkah paling mendasar dalam mengatasi persoalan sampah di kota besar seperti Jakarta. Lewat momentum Hari Bumi, kampanye bertajuk Pilah Sampah dari Rumah yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta berhasil menjangkau lebih dari 10.000 warga.
Program yang diinisiasi PHINLA (Philippines, Indonesia, Sri Lanka) ini mengusung pendekatan sederhana namun berdampak: perubahan harus dimulai dari rumah tangga.
Digelar di 20 titik sepanjang CFD Jakarta Pusat, kampanye ini melibatkan lebih dari 200 edukator dan relawan yang turun langsung mengajak masyarakat memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Berbagai aktivitas interaktif dihadirkan untuk menarik perhatian pengunjung lintas usia. Mulai dari talkshow, parade kampanye, hingga booth edukatif yang memperkenalkan cara pengolahan sampah organik dengan maggot, daur ulang plastik, serta peran bank sampah dalam sistem pengelolaan berbasis komunitas.
Managing Director Divers Clean Action, Amrullah Rosadi, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di tahap akhir.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada sistem di hilir. Perubahan harus dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga dan kebiasaan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Selama ini, salah satu tantangan terbesar di Jakarta adalah sampah yang masih tercampur sejak dari rumah. Kondisi ini membuat proses pengumpulan hingga pengolahan menjadi tidak optimal, sekaligus mengurangi potensi daur ulang.
Padahal, aturan terkait pemilahan sampah sebenarnya sudah ada. Dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2020, masyarakat diwajibkan untuk memilah sampah dari sumbernya.
“Sebagai warga, kita semestinya berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik, terutama untuk generasi mendatang,” kata Johny Noya, Manajer Program Zonal Sambawa Wahana Visi Indonesia.
Baca Juga: Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang
Respons masyarakat pun cukup positif. Banyak pengunjung CFD mengaku baru menyadari bahwa memilah sampah tidak serumit yang dibayangkan.
“Awalnya saya pikir ribet, tapi ternyata bisa dimulai dari hal sederhana di rumah,” ujar salah satu pengunjung.
Melalui kampanye ini, PHINLA ingin menegaskan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kebiasaan kecil seperti memilah sampah dari rumah justru menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan edukasi yang terus digaungkan, harapannya semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa solusi sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dimulai dari diri sendiri—dari rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis