Nikita Mirzani mengaku senang saat mengetahui rumah kediaman Dito Mahendra digeledah pihak KPK.
"Happy banget aku. Aku kan salah satu musuhnya Dito Mahendra yang paling ditakuti dia kan," ujarnya dalam channel YouTube Nit Not, dikutip Rabu (15/3/2023).
Dia menjabarkan bertapa bahagianya mendapatkan kabar penggeledahan ini.
Bahkan, Niki sapaan akrabnya mengungkap bahwa peristiwa penggeledahan ini merupakan kado terindah buatnya.
"Jadi pas tahu rumah dia digeledah KPK, happy lah, seneng banget," ucapnya.
"Jadi kado terindah di bulan Maret, tanggal 17 Maret ulang tahun," dia menambahkan.
Usai mendengarkan kabar penggeledahan itu, Nikita Mirzani berharap bahwa pihak KPK bisa meningkatkan status Dito Mahendra.
"Mudah-mudahan ada rilis dari KPK, bisa naik statusnya jadi tersangka atau apapun itu," katanya.
Menurut dia, Dito Mehendra adalah orang yang penakut dan tidak seberani dirinya.
Baca Juga: Sekolah K-Pop Milik SM Entertainment Resmi Dibuka, Begini Reaksi Warganet!
"Ya takutlah, dia kan nggak seberani aku. Aku disamperin Polres Serang Kota, Polres Serang Kota-nya gue maki-maki, kalau dia mana berani maki-maki KPK, dia mah cupu!" pungkasnya.
Seperti diketahui, KPK membawa dua koper diduga hasil dari penggeledahan di rumah pengusaha Diro Mahendra.
Koper tersebut merupakan hasil upaya paksa penggeledahan di kediaman Mehendra Dito Sampurno atas kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terkait mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA