Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani didesak mundur oleh DPR karena kasus penggelapan sebesar Rp 300 Triliun di lingkaran kementerian keuangan.
Bahkan desakan mundur terhadap Sri Mulyani mundur sebagai Menkeu membuat para anggota parlemen di DPR menjadi ricuh.
Rumor tersebut sempat viral usai diunggah salah satu channel YouTube.
"MEMANAS!! RAPAT DPR RICUH GARA2 300T SEMUA KURSI PARLEMEN DESAK SRI MULYANI MUNDUR DARI KEMENKEU," demikian tertulis pada bagian sampul video.
Adapun pada batang judul video via YouTube itu konten kreator menuliskan, "Situasi Mulai Ricuh! Semua Kursi Parlemen DPR RI Desak Sri Mulyani Mundur Dari Kemenkeu Gara2 300T!!"
Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, DPR RI desak Sri Mulyani mundur akibat transaksi agak aneh 300 Triliun, ternyata tidak benar.
Pasalnya dalam video viral itu tidak terdapat narasi yang menyinggung DPR RI mendesak Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mundur akibat adanya dugaan penggelapan dana Rp 300 Triliun.
Video hanya berisi penggalan atau cuplikan dari berbagai video yang beredar, mulai dari menampilkan anggota DPR Syahroni dan Rocky Gerung.
Pada video seperti pada cuplikan gambar Rocky Gerung ternyata sedang membahas para pimpinan Komisi III DPR RI yang bingung angka 300 Triliun di Kemenkeu tiba-tiba clear.
Kesimpulan
Maka dapat dipastikan isi video yang diunggah merupakan sebuah infromasi bohong atau hoax. Narator hanya berusaha menggiring informasi bila telah terjadi kericuhan di DPR RI dan menuntut Menkeu Sri Mulyani untuk mundur.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
First Look Film Werwulf, Aaron Taylor-Johnson Jadi Manusia Serigala
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
10 Lagu Piala Dunia Terbaik Sepanjang Massa, Nomor Dua Masih Favorit Dunia
-
Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Membentuk Hidupmu
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern