/
Senin, 03 April 2023 | 10:34 WIB
Kolase foto Mario Dandy Satriyo dan ayahnya, Rafael Alun Trisambodo. (Suara.com)

Cristalino David Ozora Latumahina (17) harus menerima perawatan intensif selama 40 hari lebih akibat dianiaya oleh Mario Dandy Satriyo (20).

Situasi ini pun sudah menjelaskan seberapa kejam dan parahnya penganiayaan yang dilakukan Dandy kepada David. Bahkan saat ini David masih harus menjalani serangkaian terapi untuk memulihkan fungsi kognitifnya.

Namun tidak disangka, ayah Dandy tampaknya masih bisa santai menanggapi dampak mengerikan yang ditanggung David akibat perbuatan anaknya.

Hal ini sebagaimana terlihat di wawancara eksklusifnya bersama KOMPASTV, di mana Rafael Alun Trisambodo mengungkap kekerasan yang terjadi adalah masalah biasa saja.

Bukan tanpa alasan, Rafael rupanya sudah beberapa kali menerima laporan soal aksi perkelahian Dandy dengan teman-temannya. Namun perkelahian kali ini memang, diakui Rafael, sudah melampaui batas.

"Ini kali pertama yang dia lakukan (sampai separah ini). Sebelumnya hanya sebatas normal lah, dia ribut-ribut bertengkar dengan teman-temannya. Itu biasa-biasa saja," ucap Rafael, dikutip pada Senin (3/4/2023).

"Ini juga sebetulnya kan juga masalah biasa saja, hanya perkelahian anak muda. Cuma kemudian dia menganiayanya mungkin karena emosi (jadi) terlalu berlebihan. Power yang dia keluarkan juga di luar kendali dia, sehingga mengakibatkan ananda David jadi seperti itu," imbuhnya.

Tersangka gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku perangai anak ketiganya itu memang berubah setelah masuk di sekolah dengan pendidikan semi militer.

Dandy tumbuh menjadi anak yang kelewat percaya diri. "Itu kalau terlalu percaya diri, itu nanti ujungnya tidak bisa dikasih tahu, tidak bisa mendengarkan nasihat, dan itu sudah berulang-ulang saya ingatkan," beber Rafael.

Baca Juga: Komisaris PT AP II Viral Gegara Lapor ke Denny Siregar Setelah Pecat Pegawai Avsec

Karena itulah, Rafael tidak sepakat jika anaknya disebut problematik. Pasalnya dalam kacamata Rafael, yang sebenarnya terjadi hanya kenakalan remaja.

"(Jadi) kalau dibilang problematik sebetulnya tidak. Karena yang dilakukan itu sebetulnya adalah kenakalan-kenakalan remaja," terang Rafael.

"Nah kebetulan yang dia lakukan sekarang ini memang di luar batas, sehingga membuat masyarakat yang melihat (menilai) ini memang di luar batas," timpalnya.

Load More