/
Rabu, 05 April 2023 | 07:57 WIB
Benarkah Presiden Joko Widodo tawarkan dana kepada FIFA? ([screenshot YouTube].)

Presiden Joko Widodo menyatakan kejadian ini mesti dipetik sebagai bagian pembelajaran.

Saat Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA memutuskan Indonesia batal sebagai host atau tuan rumah drawing dan kejuaraan Piala Dunia U-20 2023, Presiden Joko Widodo mengutus Ketua Umum PSSI Erick Thohir menemui FIFA. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik.

Presiden RI Joko Widodo juga menyatakan saat pengumuman FIFA sudah turun dan status Indonesia resmi dicabut dari host atau tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Bahwa kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran berharga serta mengimbau agar masyarakat Indonesia melihat ke depan.

Disimak Metro Suara.com dari kanal YouTube atas nama akun REVOLUSI, judulnya adalah DISAKSIKAN SELURUH DUNIA, JOKOWI BERI PENAWARAN BESAR KEPADA FIFA || PIALA DUNIA U20.

Diunggah dua hari lalu, Senin (3/4/2023) dan disaksikan 65K pemirsa. Durasi tayangan mencapai 5 menit dan 36 detik.

Dalam narasinya disebutkan bahwa dalam tugas diutus Presiden Joko Widodo, Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI membawa hasil pertemuan bahwa Indonesia masih dibolehkan menjadi anggota FIFA, dan Indonesia menghormati keputusan yang ditetapkan federasi sepak bola dunia itu.

PENJELASAN

Dalam video unggahan akun bernama REVOLUSI ini, materi sama sekali tidak selaras dengan judul yang diberikan, yaitu soal Presiden Joko Widodo memberikan penawaran besar kepada FIFA agar pentas Piala Dunia U-20 tetap digelar di Indonesia.

Narator hanya membacakan seputar kepergian Erick Thohir ke Doha, Qatar untuk berjumpa FIFA serta pidato dan komentar Presiden Joko Widodo secara repetitif.

Sama sekali tidak ditemukan materi seperti tertulis di judul, yaitu Presiden Joko Widodo akan mengalirkan pendanaan kepada FIFA.

KESIMPULAN

Antara judul video serta materi yang disajikan sama sekali tidak selaras atau berkesinambungan. Termasuk potongan video yang dicuplik dari berbagai sumber valid.

Video ini termasuk dalam koneksi yang salah, karena judul tidak mendukung konten.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More