Habib Husein Jafar Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Jafar menjawab pertanyaan terkait cara mengqada salat yang telah tertinggal selama bertahun-tahun.
Momen ini terjadi ketika Habib Jafar menjadi bintang tamu di salah satu acara televisi bertajuk Tonight Show.
"Assalamualaikum Bib, izin tanya. Bagaimana cara mengqada salat yang telah ditinggalkan bertahun-tahun dan cara menggantinya dengan apa? Terima kasih," pertanyaan netizen yang dilontarkan kepada Habib Jafar.
Habib Jafar lantas menjelaskan bahwa salat merupakan sebuah kewajiban yang harus dikerjakan umat Islam. Sehingga seberapa pun lama seorang muslim meninggalkan salat, maka diwajibkan untuk mengqada.
"Salat itu adalah kewajiban yang kalau ditinggalkan dia harus diqada berapa pun jumlahnya. Mau 10 tahun kek, 20 tahun harus diqada," terang Habib Jafar seperti dikutip melalui unggahan akun TikTok @noona_viaa pada Rabu (5/4/2023).
Pendakwah kondang tersebut membeberkan terkait cara mengqada salat yang tertinggal selama bertahun-tahun, yaitu dengan mendobel salat wajib yang sedang dikerjakan.
"Nah, caranya ya kalau memang terlalu banyak, kata Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad, setiap salat didobel. Jadi satu salat wajib hari itu plus qadanya. Jadi misal salat asar, setelah salat asar yang wajib hari itu kemudian satu kali salat asar untuk mengqada," terang Habib Jafar.
Habib Jafar menerangkan bahwasanya seseorang harus mengingat-ingat berapa tahun dirinya meninggalkan salat. Jika tidak ingat, maka muslim harus seumur hidup mengqada salat.
"Makanya kita harus ingat-ingat kira-kira berapa tahun ya, kemudian dihitung. Kalau enggak ya sudah seumur hidup kita salat dua kali," ungkap Habib Jafar.
Baca Juga: 3 Fakta Film Ancika 1995, Kisah Dilan Mengejar Cinta Baru Setelah Putus Dari Milea
Pada kesempatan ini, Habib Jafar juga memberikan penjelasan terkait perbedaan salat dengan rukun Islam lainnya seperti puasa, zakat, dan haji.
"Karena salat itu adalah sesuatu yang utama dalam Islam. Karena kalau puasa kita masih bisa nggak puasa karena entah itu sakit yang parah, halangan, dan lain sebagainya kan. Atau bahkan cuma bayar fidyah aja, kayak orang tua yang nggak bisa puasa bayar fidyah," kata Habib Jafar.
"Kemudian haji bagi yang mampu, zakat bagi yang mampu. Tapi kalau salat mau kita apapun keadaannya, mau miskin, mau sakit, bahkan udah nggak bisa apa-apa masih harus salat pakai hati. Kalau udah nggak bisa pakai hati baru itu disalatin karena sudah mati," sambungnya.
Berita Terkait
-
Onadio Leonardo Tertarik Jadi Mualaf Berkat Habib Jafar: Mungkin Saya Akan Memilih Islam
-
Tak Hanya di Dunia, Habib Jafar Ungkap Pasangan Yang Bisa Bikin Berjodoh di Akhirat
-
Ditanya Apakah Non Muslim Bisa Masuk Surga, Habib Jafar Beri Jawaban Lugas
-
Jawaban Habib Jafar Ditanyai Apakah Orang Non Muslim Akan Masuk Surga
-
Erina Gudono Disebut Bidadari Surga Saat Ajarkan Mengaji, Ternyata Seperti Ini Keistimewaannya
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati
-
Waga non Kaltim Tak Boleh Nyinyiri Rudy Mas'ud, Pakar Komunikasi: Fenomena Defensif
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Warga Luar Kaltim Dilarang Mengkritik, Akademisi: Pernyataan Terlalu Sempit
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal