/
Rabu, 12 April 2023 | 09:32 WIB
Cek fakta video asusila Agnes Gracia dan Mario Dandy tersebar. ([YouTube/Kabar Politik])

Nama Agnes Gracia saat ini tengah menjadi sorotan publik usai hakim mengungkap ia melakukan hubungan seksual sebanyak lima kali dalam sebulan dengan Mario Dandy.

Namun kini beredar kabar bahwa video tak senonoh keduanya telah tersebar di media sosial. Kabar itu dibagikan oleh kanal YouTube Kabar Politik.

Pemilik akun mengunggah video berjudul "Tonton Sebelum Dihapus!! Video Panas Mario Dendy & Agnes di Hotel Beredar!"

Narasi yang tak jauh berbeda juga terlihat dalam thumbnail. Keterangan itu berbunyi, "Terekam Jelas CCTV Hotel, Tanpa Sensor... Video Lama Mario Dendy & Agnes Gracia Beredar".

Pada thumbnail juga tampak potret seorang lelaki telanjang dalam keadaan ruangan gelap serta seorang perempuan di sebelahnya, seolah-olah keduanya tengah melakukan hal tak senonoh dan direkam.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 50.000 penayangan. Lalu, benarkah video asusila Agnes Gracia dan Mario Dandy beredar?

CEK FAKTA:

Informasi yang disampaikan dalam video tersebut merupakan informasi salah. Pasalnya, dalam video berdurasi 10 menit 5 detik itu tidak ditemukan bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa video asusila Agnes Gracia dan Mario Dandy tersebar.

Kabar mengenai Agnes Gracia yang melakukan hubungan intim dengan Mario Dandy memang disebutkan oleh hakim dalam persidangan. Diketahui bahwa Agnes Gracia telah berhubungan badan sebanyak lima kali dengan kekasihnya.

Baca Juga: Kulit Anak Nikita Willy Kering Gegara Sering Liburan ke Luar Negeri, Bahaya Enggak Sih Buat Bayi?

Namun, klaim yang menyebutkan bahwa video asusila keduanya beredar di media sosial adalah informasi yang salah. 

Hingga akhir video, narator tidak memberikan penjelasan valid tentang rumor tersebut.

Kesimpulan:

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar video asusila Agnes Gracia dan Mario Dandy beredar di media sosial merupakan berita palsu atau hoaks.

Tidak ada keselarasan antara isi dan judul video. Pengunggah video pun mengedit foto dalam thumbnail untuk menggiring opini publik.

Video tersebut dapat dikategorikan sebagai misleading content karena memuat berita bohong.

Load More