Buya Yahya menjawab pertanyaan hukum orang yang sedang mengerjakan salat tarawih, tapi tak sengaja tertidur selama beberapa detik, apakah akan membatalkan salat sehingga seseorang tersebut harus mengulangi wudu.
Ia menjelaskan bahwa tidur tidak akan membatalkan salat ataupun wudu. Namun, hal ini memiliki pengecualian, yaitu jika seseorang tersebut tertidur dalam posisi duduk atau terjaga.
"Tidur tidak membatalkan wudu, maka di saat tidur dalam salat selagi dengan cara yang tidak membatalkan wudu maka salat tidak batal," jelas Buya Yahya dikutip melalui tayangan kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Sabtu (15/4/2023).
"Tidur itu tidak membatalkan wudu asalkan posisi tidurnya adalah posisi duduk begini [duduk]. Posisi duduk pun nyandar," sambungnya.
Selain dalam posisi terjaga, maka tidur bisa membatalkan salat dan wudu seorang umat muslim. Hal ini sesuai dengan Mazhab Syafi'i.
"Kalau tidurnya adalah selain daripada posisi ini [duduk] dikatakan oleh para ulama mazhab Syafi'i adalah membatalkan wudu," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya lantas menjelaskan perbedaan seseorang yang tidur dalam posisi duduk dengan posisi lainnya, yaitu jika tidur dalam keadaan duduk maka seseorang tersebut masih memiliki kesadaran jika dirinya mengentut.
"Jadi mata itu pengikat belakang Sebab kalau orang matanya tidur, nggak sadar buang angin dst. Tapi kalau duduk begini terjaga, maka tidak batal," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan