Idul Fitri 2023 di Mesir akan jatuh pada 21 April mendatang, demikian diumumkan Institut Riset Astronomi dan Geofisika Nasional Mesir (NRIAG) pada Senin (17/6/2023).
Lembaga riset astronomi pemerintah Mesir itu mengatakan bahwa Kamis 20 April 2023 adalah hari terakhir puasa dan hari ke-29 bulan Ramadhan.
Karenanya pada Jumat 21 April 2023 menjadi hari pertama Bulan Syawal atau hari raya Idul Fitri.
"Idul Fitri akan jatuh pada Jumat 21 April 2023 dan Shalat Id akan dihelat pada pukul 5.47 di Kairo," terang lembaga tersebut di akun Twitter resminya.
Pengumuman NRIAG ini berbeda dengan prakiraan lembaga riset astronomi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang juga disampaikan pada pekan ini.
Pusat Astronomi Internasional yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Senin (17/4/2023) sudah mengumumkan bahwa Idul Fitri kemungkinan besar akan dirayakan pada Sabtu, 22 April mendatang.
"Di sebagian besar negara Arab dan dunia Islam, kecuali sebagian Afrika Barat yang dimulai dari Libya, hilal akan mustahil bisa diamati menggunakan teleskop pada Kamis (20/4/2023)," bunyi keterangan resmi Pusat Astronomi Internasional.
Karenanya lembaga tersebut mengatakan kemungkinan besar Idul Fitri tahun ini akan jatuh pada 22 April, bukan 21 April seperti yang diprediksi sebelumnya.
Sebelumnya kantor berita Arab Saudi (SPA) juga mewartakan bahwa Idul Fitri tahun ini kemungkinan besar dirayakan pada Sabtu, 22 April.
Majid Abu Zahra dari Masyarakat Astonomi Jeddah mengatakan bahwa hilal kemungkinan belum bisa terlihat mata telanjang pada Kamis sore (20/4/2023).
Tetapi bulan baru akan "dengan sangat mudah terlihat menggunakan mata telanjang" pada Jumat malam (21/4/2023) jika langit bersih.
Meski demikian dua lembaga riset astronomi tersebut menekankan bahwa mereka bukan pihak berhak menetapkan hari raya Idul Fitri. Informasi yang mereka sampaikan hanya berupa data astronomis.
Di Uni Emirat Arab, pemerintah setempat baru akan menggelar pengamatan bulan muda untuk menentukan Idul Fitri 2023 pada 20 April mendatang.
Kebijakan ini juga berlaku di Arab Saudi. Otoritas di Saudi juga telah memerintahkan agar pemantauan hilal digelar mulai Kamis, 20 April mendatang.
Di Indonesia sendiri Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak pekan lalu telah memprakirakan bahwa berdasarkan beberapa faktor, hilal belum bisa terlihat pada 20 April.
Sementara astronom BRIN dan pengajar Ilmu Falak Thomas Djamaluddin akhir pekan lalu menjelaskan bahwa hilal mustahil bisa diamati dari negara-negara Arab pada 20 April.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las