/
Rabu, 19 April 2023 | 11:09 WIB
Ilustrasi Shalat Id. (Antara)

Penentuan Hari Raya Idul Fitri 2023 kemungkinan akan dijalani secara berbeda antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Anggota DPR RI, Tifatul Sembiring dalam cuitnya menyatakan bahwa Muhammadiyah telah menentukan 1 Syawal 1444 H jatuh pada 21 April 2023.

"Hasil hisab Muhammadiyah utk Kamis 20 April 2023, tinggi hilal : 1° 47’ 58” sedangkan hisab LF NU : 1° 55’ 43”. Muhammadiyah sudah putuskan 1 Syawwal jatuh pada hari Jumat 21 April 2023. Artinya puasa 29 hari," tulis Tifatul, di Twitter, dikutip Rabu (19/4/2023).

Sementara itu, lanjut Tifatul, pemerintah dan NU kemungkinan merayakan Idul Fitri bersama dengan menjalani puasa selama 30 hari.

"Sedangkan NU dan Pemerintah akan melihat hasil ru’yah. Namun, hampir bisa dipastikan hilal 1° - 2° itu TIDAK akan terlihat di Indonesia. Apalagi ada kesepakatan BIMS di 3°.Sangat mungkin NU dan Pemerintah lebaran, Sabtu 22 April 2023. Artinya Ramadhan 1444 H jadi 30 hari," ungkapnya.

Sementara itu para astronom Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa Idul Fitri kemungkinan besar jatuh pada Sabtu (22/4/2023), demikian diwartakan Al Arabiya, Senin (17/4/2023).

Majid Abu Zahra dari Masyarakat Astonomi Jeddah, kepada kantor berita Arab Saudi (SPA), mengatakan bahwa hilal kemungkinan belum bisa terlihat mata telanjang pada Kamis sore (20/4/2023).

Tetapi bulan baru akan "dengan sangat mudah terlihat menggunakan mata telanjang" pada Jumat malam (21/4/2023) jika langit bersih.

Baca Juga: 3 Jenis Kerang yang Aman Untuk Dikonsumsi, Ada Favoritmu?

Load More