/
Rabu, 26 April 2023 | 15:22 WIB
TikToker Awbimax. (Instagram/ awbimax)

Kreator TikTok Bima Yudho Saputro tengah disorot publik usai menyebut Megawati Soekarno Putri dengan istilah janda.

Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, menilai kalau kritik Bima ini kurang tepat meskipun ia viral karena menyebut Lampung dengan sebutan Dajal.

"Sejak awal, saya menilai cara Bima untuk melakukan kritik kurang tepat. Substansi pesan sangat baik, tapi voice of judgement & voice of cynicism-nya kelewat besar," tulisnya dalam akun Twitter @AlissaWahid, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Rabu (26/4/2023).

"Dan penyampaiannya pun melewati batas kepatutan. Semacam "bener ning ora pener"," sambung dia.

Alissa Wahid yang merupakan seorang psikolog ini menilai kalau Bima sedang mengeluarkan opini berbalut sinisme pada Megawati Soekarno Putri.

Saat menganalisa video Bima, ia menemukan adanya penghakiman, sinisme dan keinginan merasa berhak, serta menyalahkan pada video kini sedang kuliah di Australia.

Alissa juga merasa kalau Bima masih muda, sehingga belum cukup matang untuk menyampaikan pendapat secara gamblang.

"Bima sudah memiliki keberanian. Tinggal diseimbangkan dengan kearifan menyuarakan pandangannya. Semoga dia segera belajar dari pengalaman saat ini," ujar Alissa Wahid.

Video Bima menyebut Megawati janda itu dibuat untuk merespons tayangan wawancara antara presenter Najwa Shihab dan Ganjar Pranowo. Tema wawancara ini berisi pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2023.

"Sudah ketebak dah, lagian disuruh ngomong sama itu janda, janda satu itu, lu nurut. Aduh sudah deh enggak usah ditanggepin," hujat Bima.

Load More