/
Jum'at, 28 April 2023 | 17:55 WIB
David Jacobs ([ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga])

David Jacobs mengabdikan diri kepada olah raga yang dicintainya, kini telah berpulang.

Indonesia kehilangan salah satu atlet terbaiknya di cabang para tenis meja putra perorangan dan double. Ia adalah David Jacobs atau lengkapnya Dian David Michael Jacobs. Kelahiran Ujung Pandang (Makassar) 21 Juni 1977, dengan dua prestasi puncak peraih medali perunggu Paralimpiade London 2012 dan Tokyo 2020 kelas Men's Individual C10.

Putra dari pasangan Jan dan Nell Jacobs yang berdarah Maluku ini meninggal dunia pada Jumat (28/4/2023) akibat cedera kepala di perlintasan jalur kereta api antara Stasiun Gambir dan Stasiun Juanda, pada Kamis (27/4/2023). Rencananya ia akan bertolak ke Solo naik kereta Argo Lawu.

Semasa hidupnya, David Jacobs telah menorehkan prestasi yang membanggakan, antara lain tercermin dari pernyataan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).

"Seorang olahragawan, senior, sahabat, teman, panutan yang sangat baik di lapangan maupun di luar lapangan. Meninggalkan segudang prestasi untuk Indonesia. Selamat jalan, semoga tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kami akan meneruskan perjuangan ini untuk Indonesia," demikian dituliskan NPCI dalam melepas kepergiannya.

Dikutip dari kanal Bola Suara.com, David Jacobs menggeluti cabang tenis meja sejak usia 10 tahun. Orangtuanya mendaftarkann ke PTP Club di Semarang, Jawa Tengah pada 1989 agar bakatnya semakin terasah dan berhasil menjadi juara nasional di tingkat sekolah dasar.

Selanjutnya David Jacobs bergabung ke UMS 80 Club di Jakarta dan bergabung dengan tim provinsi.

Selanjutnya berguru ke Beijing, China, untuk berlatih di Sekolah Olah raga Shin Cha Hai (1997) dan memperkuat Indonesia tiga tahun berikutnya di laga internasional.

David Jacobs (sumber: [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga].)

Kemudian prestasi di para tenis meja mulai 2009, bertarung di kelas C10 atau kategori dengan tingkat disabilitas rendah.

Laga perdana adalah Asian Para Games di Guangzhou (2010) dengan perolehan medali perunggu. Selanjutnya, ia meraih medali emas di sektor individu, tim, dan ganda kurun 2011-2022.

Beberapa kejuaraan yang menjadi ladangnya mendulang emas adalah Asian Para Games (2014 dan 2018) di sektor individu, Kejuaraan Asia (2015, 2019) di sektor individu dan tim.

Selamat jalan pahlawan olah raga Indonesia!

Load More