David Jacobs mengabdikan diri kepada olah raga yang dicintainya, kini telah berpulang.
Indonesia kehilangan salah satu atlet terbaiknya di cabang para tenis meja putra perorangan dan double. Ia adalah David Jacobs atau lengkapnya Dian David Michael Jacobs. Kelahiran Ujung Pandang (Makassar) 21 Juni 1977, dengan dua prestasi puncak peraih medali perunggu Paralimpiade London 2012 dan Tokyo 2020 kelas Men's Individual C10.
Putra dari pasangan Jan dan Nell Jacobs yang berdarah Maluku ini meninggal dunia pada Jumat (28/4/2023) akibat cedera kepala di perlintasan jalur kereta api antara Stasiun Gambir dan Stasiun Juanda, pada Kamis (27/4/2023). Rencananya ia akan bertolak ke Solo naik kereta Argo Lawu.
Semasa hidupnya, David Jacobs telah menorehkan prestasi yang membanggakan, antara lain tercermin dari pernyataan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).
"Seorang olahragawan, senior, sahabat, teman, panutan yang sangat baik di lapangan maupun di luar lapangan. Meninggalkan segudang prestasi untuk Indonesia. Selamat jalan, semoga tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kami akan meneruskan perjuangan ini untuk Indonesia," demikian dituliskan NPCI dalam melepas kepergiannya.
Dikutip dari kanal Bola Suara.com, David Jacobs menggeluti cabang tenis meja sejak usia 10 tahun. Orangtuanya mendaftarkann ke PTP Club di Semarang, Jawa Tengah pada 1989 agar bakatnya semakin terasah dan berhasil menjadi juara nasional di tingkat sekolah dasar.
Selanjutnya David Jacobs bergabung ke UMS 80 Club di Jakarta dan bergabung dengan tim provinsi.
Selanjutnya berguru ke Beijing, China, untuk berlatih di Sekolah Olah raga Shin Cha Hai (1997) dan memperkuat Indonesia tiga tahun berikutnya di laga internasional.
Kemudian prestasi di para tenis meja mulai 2009, bertarung di kelas C10 atau kategori dengan tingkat disabilitas rendah.
Laga perdana adalah Asian Para Games di Guangzhou (2010) dengan perolehan medali perunggu. Selanjutnya, ia meraih medali emas di sektor individu, tim, dan ganda kurun 2011-2022.
Beberapa kejuaraan yang menjadi ladangnya mendulang emas adalah Asian Para Games (2014 dan 2018) di sektor individu, Kejuaraan Asia (2015, 2019) di sektor individu dan tim.
Selamat jalan pahlawan olah raga Indonesia!
Tag
Berita Terkait
-
David Jacobs, Atlet Para Tenis Meja yang Tengah Urus Visa untuk Kejuaraan di Slovenia Meninggal Dunia
-
Atlet Nasional David Jacobs Rencana ke Solo Naik Argo Lawu, Ditemukan di Pinggir Rel Gambir-Juanda dalam Kondisi Koma
-
Obituari Carlo Saba, Vokalis Grup Kahitna Ini Akan Diantar ke Peristirahatan Terakhir Esok Hari
-
Obituari Syabda Perkasa Belawa, Pemain Bulu Tangkis Tim Piala Thomas 2022 yang Berpulang saat Akan Ziarah
-
Obituari: Musikus Legendaris Nomo Koeswoyo Berpulang, Pencinta Musik Teringat Lagu Chicha
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Maarten Paes Belum Cukup, Jordi Cruyff Bakal Menggila Bawa Pemain Top ke Ajax
-
The Grand Platinum Jakarta Mempersembahkan "Three Signature Collaborations" Bagi 3 Perayaan Istimewa
-
Pacifiic Bike Bawa Jajaran Sepeda Motor Listrik Baru dan Umumkan Aktivitas Ekspor di IIMS 2026
-
PORSIBA FC Raih Runner Up Liga 4 Zona Sumsel, Torehan Prestasi Lebih Baik dari Musim Lalu
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
-
Ketika Langit Membunuh Hujan
-
Begini Strategi Telkom Hadapi Disrupsi Teknologi dan AI
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Human Resource hingga I Was A Stranger
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an