/
Sabtu, 29 April 2023 | 13:30 WIB
CEK FAKTA: Kader Partai Demokrat menyusut banyak, AHY panik? (screenshot Turnbackhoax.id)

Narasi menyatakan ada 3.000 kader Partai demokrat mundur, yang menyerang kesehatan SBY.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah putra pertama Bambang Susilo Yudhoyona (SBY) dan keduanya berpolitik bersama Partai Demokrat. AHY beberapa saat lalu pernah mengikuti kontestasi sebagai gubernur, dan untuk 2024 bakal maju sebagai calon presiden.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, sebuah kanal YouTube mengunggah video dengan judul, "AHY PANIK!! RAMAI-RAMAI KADER DEMOKRAT MUNDUR, SBY LANGSUNG SYOK MELIHAT INI", dengan thumbnail bertuliskan, "BREAKING NEWS 3000 KADER DEMOKRAT MUNDUR KESEHATAN SBY TERSERANG MELIHAT INI". Video ini sudah ditonton lebih dari 49 ribu kali.

Narasinya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, panik akibat ada sejumlah kader partainya yang mundur. Hingga 19 April 2023.

PENJELASAN

Setelah menonton keseluruhan video, narasi yang dibacakan dalam video ini identik dengan artikel yang diunggah Tribunnews dengan judul, "Kader Partai Demokrat Banyak yang Hengkang ke Partai Lain, AHY Beri Respon Santai: Itu Seleksi Alam".

Artikel yang diunggah pada 12 April 2023 ini berisi mengenai tanggapan santai AHY mengenai kader Partai Demokrat yang hengkang ke partai lain. AHY merespon santai dan mengatakan bahwa hal ini wajar dalam proses seleksi alam.

AHY disebut memilih untuk bersikap mempersiapkan Partai Demokrat agar lebih siap serta matang jelang Pemilu 2024.

KESIMPULAN

Video memiliki kontesn yang dimanipulasi.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More