/
Sabtu, 29 April 2023 | 14:42 WIB
CEK FAKTA: Anies Baswedan Resmikan Mahfud MD Jadi Cawapres (YouTube/JURNALIS)

Beredar narasi Anies Baswedan meresmikan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2024.

Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube JURNALIS pada Senin (24/4/2023).

Dalam unggahannya, kanal YouTube yang telah memiliki lebih dari 369 ribu subsciber ini menuliskan judul sebagai berikut, "AKHIIRNYA ANIES RESMIKAN DUET DENGAN MAHFUD MD ???".

Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis keterangan yang senada, "TAK DISANGKA..!!! ANIES RESMIKAN MAHFUD MD JADI CAWAPRESNYA".

Lalu, benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Anies Baswedan meresmikan Mahfud MD menjadi cawapresnya untuk kontestasi mendatang adalah tidak benar.

Dalam unggahan berdurasi 3 menit 12 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul video. Pasalnya, sebagian besar tayangan ini hanya berisi beberapa video Surya Paloh, Mahfud MD, dan Anies Baswedan yang digabung menjadi satu.

Selain itu, narator dalam video ini pun hanya mengulas terkait kemungkinan Mahfud MD menjadi cawapres Anies Baswedan. Pasalnya, Menko Polhukam tersebut telah masuk radar cawapres potensial untuk NasDem.

Baca Juga: Nagita Slavina Ungkap Rahasia Pernikahannya Awet dengan Raffi Ahmad: Jangan Cari Penyakit

Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar Anies Baswedan resmi memilih Mahfud MD jadi cawapres.

Simpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Anies Baswedan meresmikan Mahfud MD sebagai cawapres-nya adalah tidak benar.

Unggahan kanal YouTube JURNALIS tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi. 

Load More