Narasinya menyebutkan Swiss melarang warganya mendapatkan vaksin COVID-19.
Salah satu cara menghindari tertularnya virus COVID-19 adalah menerapkan pola hidup bersih dan mengenakan masker. Ditambah pemberian vaksin yang dilakukan secara nasional. Yaitu setiap orang menerima suntikan dalam berbagai tahapan. Mulai vaksin awal hingga penguatan atau booster.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, di media sosial Twitter telah beredar tweet alias cuitan dari akun bernama @RWMaloneMD. Pada 8 April 2023 disebutkannya bahwa Swiss melarang vaksin Covid-19.
Narasinya, dituliskan sebagai: "News from the Front Lines Switzerland bans the COVID vaccines, Spike protein kills brain cells, AAPS updates, Twitter at war with Sbstck. Click on the link, if you dare to see the article. But careful though, according to Twitter censorship – it may not be safe… more red pills on the other side."
Atau terjemahannya, "Berita dari Garis Depan Swiss melarang vaksin COVID, protein Spike membunuh sel otak, pembaruan AAPS, Twitter berperang dengan Sbstck. Klik tautannya, jika tertarik buat menyimak, namun sebaiknya berhati-hati, karena berdasarkan sensor Twitter bisa saja tidak aman … lebih banyak pil merah di sisi lain."
PENJELASAN
Dikutip Turnbackhoax.id dari factcheck.afp.com, Pemerintah Swiss tidak melarang vaksin COVID-19, namun tidak merekomendasikan pemberian pada musim semi dan musim panas 2023 karena rendahnya penularan dan tingginya imunitas warga. Hal ini dicapai melalui vaksinasi serta infeksi sebelumnya.
Cindy Prins, seorang profesor epidemiologi klinis di University of Florida mengatakan rekomendasi disesuaikan dengan kebutuhan negara masing-masing.
Juru bicara Kantor Kesehatan Masyarakat Federal (FOPH) menjelaskan bahwa hampir semua masyarakat Swiss telah divaksinasi dan/atau terinfeksi dan sembuh dari COVID-19.
Perusahaan biotek Amerika Novanax mengatakan kepada AFP bahwa vaksin COVID-19 produksinya tidak dilarang di Swiss. Pfizer juga memastikan vaksin yang mereka hasilkan masih tersedia di Swiss.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Swiss melarang vaksin COVID-19 tidak terbukti.
KESIMPULAN
Pernyataan soal Swiss melarang vaksin COVID-19 termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Persoalan Nikita Mirzani dan Antonio Dedola Soal Rp 3 Miliar Bikin Malu Perempuan se-Tanah Air sampai Orang Asing Risih?
-
CEK FAKTA: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Mundur dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo?
-
CEK FAKTA: Megawati dan Ganjar Pranowo Bersama Pegang Kertas Bertuliskan Kata Ini?
-
CEK FAKTA: Berkat Ketua Umum PSSI, Pemain Sepak Bola Premiere League Bisa Membela Timnas Indonesia Tanpa Proses Naturalisasi
-
CEK FAKTA: Lagi, Ada yang Bilang Taisei Marukawa Masuk Proses Naturalisasi untuk Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat
-
Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
-
Apa Bedanya Pad sama Tablet? Ini Perbedaan Sistem Operasi, Hardware, hingga Harga
-
Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
-
Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C
-
Rice Cooker yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Beserta Fitur dan Review Pembeli
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Beda Drastis dari Hari Pertama, Pendukung Roy Suryo Tak Lagi Padati PN Jaksel
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes
-
Serial The Bombing of Pan Am 103 Segera Rilis 30 Juli, Ini Sinopsisnya