Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mencapai 82 persen.
"Tampaknya, ini dalam data LSI adalah capaian tertinggi kinerja presiden, penilaian positif tertinggi kinerja presiden dari masyarakat," ucap Direktur LSI Djayadi Hanan dalam Rilis Hasil Survei Nasional LSI: Peta Elektoral Pilpres dan Antisipasi Putaran Kedua, dipantau dari kanal YouTube Lembaga Survei Indonesia, di Jakarta, Rabu (3/5/2023).
Hasil survei LSI menunjukkan sebesar 82 persen responden merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi, dengan 12,3 persen di antaranya menyatakan sangat puas.
Djayadi menjelaskan bahwa tingginya kepuasan publik dipengaruhi oleh penilaian terhadap kondisi-kondisi umum, seperti ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
"Ada paralel antara penilaian positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum dengan penilaian positif terhadap kinerja presiden," ujar Djayadi.
Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa lebih banyak masyarakat yang memberikan penilaian baik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum Indonesia, daripada masyarakat yang memberikan penilaian buruk.
Kepuasan publik terhadap presiden juga diperkuat dengan angka inflasi yang menurun selama enam bulan terakhir, yakni dari enam ke lima.
"Ini salah satu penjelas mengapa tingkat kepuasan cukup tinggi kepada presiden," kata Djayadi.
Djayadi mengatakan bahwa tren penilaian positif terhadap kinerja presiden memang telah menguat sejak September 2022 hingga April 2023.
"Tren penilaian positif terhadap kinerja presiden ini memang menguat sejak enam atau tujuh bulan terakhir, dari September ke April," tutur Djayadi.
Survei LSI dilakukan terhadap responden yang memiliki hak pilih, yakni yang sudah berusia di atas 17 tahun. Sampel survei itu dipilih secara random (multistage random sampling) dan melibatkan 1.220 responden.
Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dengan responden dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara yang dilatih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!