/
Kamis, 04 Mei 2023 | 13:12 WIB
Cek fakta Jokowi dan Kapolri antar jenazah Ferdy Sambo ke rumah duka. ([YouTube/Lintas Informasi])

Ferdy Sambo telah dijatuhi hukuman mati oleh hakim karena terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

Baru-baru ini beredar informasi yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi dan Kapolri mendampingi jenazah Ferdy Sambo sampai ke rumah duka setelah dieksekusi mati.

Berita tersebut disebarkan oleh kanal YouTube Lintas Informasi yang mengunggah video berjudul "JOKOWI DAN KAPOLRI DAMPINGI JENAZAH SAMBO SAMPAI KE RUMAH DUKA SETELAH DIEKSEKUSI".

Dalam thumbnail video tersebut terlihat potret Jokowi bersama Kapolri serta Bharada E dan Putri Candrawathi, Tampak potret Ferdy Sambo dalam bingkai foto dibawa oleh seorang petugas, diikuti dengan iringan peti mati.

Narasi dengan keterangan serupa seperti di judul juga terlihat dalam thumbnail.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 6.100 penayangan. Namun, benarkah Jokowi dan Kapolri antar jenazah Ferdy Sambo setelah dieksekusi mati?

CEK FAKTA:

Kabar yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi dan Kapolri mengantar jenazah Ferdy Sambo ke rumah duka adalah salah.

Setelah menonton video berdurasi 2 menit 24 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan dari sumber kredibel yang menyatakan bahwa Jokowi dan Kapolri antar jenazah Ferdy Sambo ke rumah duka setelah menjalani hukuman mati.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Melawan Myanmar di SEA Games 2023

Faktanya, Ferdy Sambo saat ini masih ditahan di Mako Brimob. Unggahan ini dapat dikategorikan sebagai misleading content karena berisi berita bohong.

Tak hanya itu, foto yang ditampilkan pada thumbnail juga foto editan. 

Kesimpulan:

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Jokowi dan Kapolri mengantar jenazah Ferdy Sambo setelah eksekusi mati merupakan berita palsu atau hoaks.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More