/
Minggu, 07 Mei 2023 | 16:46 WIB
Lucky Hakim. [Suara.com/Alfian Winanto] (Suara.com/Alfian Winanto)

Beredar video lawas saat Lucky Hakim hadir dalam acara perayaan 1 Suro yang digelar oleh Pondok Pesantren Al Zaytun. 

Pada momen itu, pria yang telah mengundurkan diri dari jabatan mantan Wakil Bupati Indramayu tersebut bahkan terlihat mencoba mengikuti salam yang biasa digaungkan oleh warga Al Zaytun.

Dilihat dari unggahan akun Instagram @ndorobei.official, tampak momen ketika Lucky Hakim mencoba mengikuti ucapan salam yang dipimpin oleh Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang.

"Saya mengajak saudara untuk mengucapkan salam yang tidak Assalamualaikum saja sambil kita bernyanyi," ujar Panji Gumilang yang berdiri di podium, dikutip Selebtek.suara.com.

Panji Gumilang lantas meminta para hadirin berdiri dan mulai menyanyikan salam yang berbunyi "Hanevu Shalom Aleichem". Di momen ini, tampaklah raut kebingungan Lucky Hakim. Namun, politikus kelahiran 1978 tersebut tetap mencoba mengikuti nyanyian warga Al Zaytun.

Lantaran namanya disorot gara-gara sedang mengikuti salam Ponpes Al Zaytun, Lucky Hakim pun langsung memberikan klarfikisi. Ia menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi saat dirinya menjadi kepala daerah Indramayu.

"Itu tahun lalu waktu saya masih jadi kepala daerah di Indramayu dan diundang sebagai kepala daerah," kata Lucky Hakim dikutip dari kolom komentar unggahan @ndorobei.official.

Lucky Hakim menerangkan bahwa dirinya sama sekali tidak mendalami kurikulum dan teknis pengajaran Ponpes Al Zaytun.

"Di dalam pesantren ada tanah garapan pertanian modern dan peternakan modern, selebihnya saya tidak terlalu mendalami kurikulum dan apapun tentang teknis pengajaran. Jadi mungkin bisa ditanyakan langsung ke pihak al zaitun bilamana ada yang mau tau tentang metode dan ajarannya," pungkasnya.

Baca Juga: Ketika Bos BRI Bicara Kopi di Indonesia Coffee Festival 2023

Video unggahan ini juga ramai beragam komentar dari netizen. Netizen mempertanyakan mengapa pondok pesantren tersebut tak kunjung dibubarkan oleh pihak terkait.

"Kenapa mereka masih tidak dibubarkan dan masih eksis sampai sekarang? Karena mereka bukan HTI dan FPI," komentar netizen.

"Yang kayak gini nggak ada yang berani negur padahal jelas-jelas agak lain. Kasus @linamukherjee_ yang makan dia, yang nelan dia, cuma caranya aja beda diheboh-hebohin sampai dipidana, memang agak lain negara wakanda," timpal netizen lain.

"Ke mana Kementerian Agama, MUI? Harus segera dibubarkan ini, menyesatkan umat," imbuh netizen lain.

"Berani nggak banser bubarin pengajian yang jelas-jelas sesat secara nyata ini," komentar netizen lainnya lagi.

Load More