Atlet Esport Aceh Teuku Muhammad Kausar atau akrab disapa Ponbit yang bergabung dengan Timnas PUBG Mobile INA 2 berhasil meraih medali emas pada ajang SEA Games Kamboja 2023.
Prestasi Ponbit ini menarik karena Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada 2019 lalu telah mengeluarkan fatwa haram untuk PUBG dan game-game sejenisnya. Pelanggar fatwa itu diancam dengan hukuman cambuk.
Sekretaris Umum Esports Indonesia (ESI) Aceh Cut Ema Aklima mengatakan Timnas PUBG Mobile Indonesia dalam ajang Sea Games Kamboja diikuti oleh dua kelompok, yakni INA 1 dan INA 2.
“Kita sangat senang, bangga dan bersyukur atas apa yang diraih oleh Ponbit," kata Cut Ema di Banda Aceh, Senin (15/5/2023).
Bersama skuad dari Tim INA 2, kata Cut Ema, Ponbit dan atlet lain berhasil memperoleh total 178 poin dari 18 pertandingan.
Ema berharap perolehan medali emas dari salah satu putra Aceh itu dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lain di daerah Tanah Rencong, untuk mengejar prestasi dari berbagai bidang.
"Semoga Ponbit bisa menjadi contoh serta inspirasi untuk pemuda dan pemudi di Aceh, bahwa dari game juga kita masih bisa punya masa depan tetapi semua itu tidak akan didapat dengan mudah tanpa kerja keras," ujarnya.
Ema menambahkan, setelah membawa pulang medali emas untuk Indonesia, Ponbit nantinya akan kembali bersama tim ESI Aceh untuk persiapan PON dan Kejurda 2023.
"Saat ini ESI Aceh fokus pada persiapan PON dan Kejurda 2023. Kita berharap anak-anak Aceh bersiap untuk kejuaraan di akhir tahun ini," ujarnya.
Prestasi Ponbit turut membawa Indonesia menjadi juara umum cabang olahraga esports di SEA Games 2023 Kamboja. Indonesia berhasil mengemas total tiga medali emas dari nomor Valorant, MLBB Women, dan PUBGM Tim serta dua perak dari nomor CrossFire dan PUBGM Solo.
Adapun pada 2019 lalu MPU Provinsi Aceh telah mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring PUBG dan sejenisnya.
Fatwa tersebut dikeluarkan karena game tersebut menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda, khususnya karena mengandung kekerasan sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap akhlak dan psikologis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?