Dalam final skor 5-2 untuk kemenangan Indonesia terjadi peristiwa baku hantam, kartu merah, dan kartu kuning.
Tanding sepak bola putra antara Tim Nasional atau Timnas Indonesia vs Thailand di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kerajaan Kamboja berlangsung dalam suasana panas. Terjadi insiden baku hantam dan hasil akhir skor 5-2 untuk Timnas Indonesia.
Dikutip dari kanal Bola Suara.com, tiga pemain Thailand diganjar kartu merah. Termasuk penjaga gawang Soponwit Rakyart yang memukul bek Indonesia Komang Teguh. Sedangkan satu pemain Thailand tidak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera di saat jatah pergantian mereka sudah habis.
Timnas Thailand final dengan tujuh pemain di lapangan, dan sudah minta maaf serta melakukan penyelidikan sendiri tentang kejadian ricuh itu.
Asosiasi sepak bola Thailand mengatakan akan menghukum siapa pun yang terbukti bersalah.
"FA Thailand harus meminta maaf atas bentrokan di pinggir lapangan," jelas Timnas Thailand.
"Kami akan membentuk komite untuk menyelidiki mereka yang terlibat sesegera mungkin dan akan mengambil tindakan tegas," demikian bunyinya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menuding Thailand lebih dulu melakukan provokasi terhadap Timnas Indonesia.
"Terkadang kami terprovokasi dan kemudian kami terjerumus ke dalamnya," demikian diakuinya.
"Saya peringatkan sebelumnya bahwa ini adalah provokasi, mereka ingin kami kalah. Kami dipukuli, diinjak-injak dan dicurangi," tambahnya.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait tindak kekerasan dalam final sepak bola putra SEA Games 2023 antara Indonesia vs Thailand.
"AFC kecewa dengan insiden tidak tertib di final sepak bola SEA Games," jelas juru bicara AFC, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (18/5/2023).
"AFC menggarisbawahi pentingnya permainan yang adil, saling menghormati dan sportivitas, dan mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap semua tindakan kekerasan yang mengancam integritas fisik pemain dan ofisial," lanjutnya.
Kemenangan SEA Games 2023 membuat Timnas Indonesia U-22 mengakhiri puasa gelar di sektor sepak bola dalam pesta olah raga bangsa-bangsa Asia Tenggara yang terjadi 32 tahun. Terakhir kita menang sepak bola SEA Games pada 1991.
Berikut kronologi insiden baku hantam di SEA Games 2023 cabang olah raga sepak bola putra:
* Timnas Indonesia unggul terlebih dahulu 2-0 melalui brace Ramadhan Sanantha (21, 45+6)
* Kedudukan disamakan 2-2 oleh Thailand pada waktu normal melalui Anan Yodsangwal (65') dan Yotsakorn Burapha (90+10').
* Terjadi perpanjangan waktu.
* Ofisial Thailand merayakan gol penyama kedudukan di menit akhir itu dengan berlari ke bangku cadangan Indonesia yang memicu insiden baku hantam. Di antara mereka ada yang secara sengaja menabrak pemain Indonesia Alfreandra Dewangga yang tengah berdiri di pinggir lapangan.
* Indonesia memimpin di awal babak pertama perpanjangan waktu melalui Irfan Jauhari (menit ke-92). Beberapa tim pelatih Thailand mendatangi staf pelatih Indonesia dan memukul manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji yang berusaha melerai.
* Kiper Thailand, Soponwit Rakyart mendatangi kerumunan dan melepaskan tendangan ke arah bek timnas Komang Teguh hingga keduanya adu jotos dan diganjar kartu merah.
Berita Terkait
-
Thailand Izinkan Jonathan Khemdee Pensiun usai Buang Medali Perak SEA Games 2023
-
Bawa Pulang Emas SEA Games 2023, Zainudin Amali Minta Pemain Timnas Indonesia U-22 Tidak Berpuas Diri
-
Suporter Antusias Sambut Kepulangan Timnas Indonesia U-22 di Bandara Soekarno-Hatta
-
Momen Haru Adi Satryo Tak Bisa Temani Istri Lahiran, Dibayar Tuntas dengan Medali Emas
-
Ramadhan Sananta Jadi "Monster" Baru Timnas Indonesia, Raih Dua Gelar Juara Semusim
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana