Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengkritik Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa perubahan sistem pemilu akan menyebabkan chaos politik.
Menurut Anas, yang melempar kritiknya di Twitter pada Minggu (28/5/2023), pernyataan SBY itu hanya bikin gaduh dan memicu kecemasan publik.
"Lebih baik Pak @SBYudhoyono tidak bicara chaos terkait dengan pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak elok bikin kecemasan dan kegaduhan," cecar Anas Urbaningrum sembari menyebut akun resmi SBY dalam cuitannya.
SBY sebelumnya merespons isu putusan MK soal sistem pemilu yang akan berubah menjadi sistem proporsional tertutup. Ia mengatakan jika isu itu benar, maka perubahan yang terjadi saat proses pemilu sudah dimulai akan memicu chaos politik.
"Ingat, DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kepada KPU. Pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan chaos politik,” beber SBY
Menanggapi kecemasan SBY ini, Anas Urbaningrum mengingatkan mantan rekan separtainya itu untuk melihat kembali pemilu 2009 silam.
"Perubahan sistem untuk pemilu tahun 2009 terjadi pasca putusan MK 23 Desember 2008. Pemungutan suaranya terjadi pada 9 April 2009. Pemilu 2009 terbukti berjalan lancar dan tidak ada chaos politik," ulas Anas.
"Maaf, sekadar menuliskan fakta kecil terkait pemilu 2009 yang juga terjadi pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak mungkin beliau lupa atas peristiwa pemilu 2009 tersebut yg alhamdulillah tidak terjadi chaos, melainkan baik-baik saja," lanjut Anas.
Lebih lanjut Anas, yang juga mantan ketua KPU, merinci soal perubahan sistem pemilu di era SBY. Ia mengatakan pemilu 2004 belum menggunakan sistem proporsional terbuka, tetapi
Perubahan baru terjadi setelah di 23 Desember 2008 MK memutuskan sistem proporsional dengan daftar calon terbuka.
Meski demikian Anas Urbaningrum menegaskan bahwa dirinya lebih setuju pada sistem terbuka. Ia mengatakan jika MK memutuskan untuk kembali ke sistem tertutup, maka ini adalah langkah mundur dalam demokrasi Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Kata Siapa Mayoritas Artinya Selalu Benar? Membaca Buku Musuh Masyarakat
-
Joan Laporta Kalah di Pilpres Barcelona? Hansi Flick Diprediksi Cabut dari Nou Camp
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
-
Xiaomi Siapkan Laptop Pesaing MacBook 2026: Bodi Tipis dengan Intel Core Ultra
-
Bayar Zakat Fitrah Lebih Baik dengan Beras atau Uang? Cek Penjelasannya
-
Pesulap Merah Bongkar Momen Pertama Bertemu Ratu Rizky Nabila: Pakai Tanktop sampai Pusar Nongol
-
Developer Call of Duty Hampir Angkat Cerita Iran Serang Israel, tapi Dibatalkan
-
Ketum PERBANAS Sebut Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Simak di Sini
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun