Rumah tangga Arya Saloka dan Putri Anne saat ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, pasangan tersebut diisukan akan bercerai. Bahkan Arya Saloka dikabarkan hadir ke sidang perceraian dirinya dengan Putri Anne sembari didampingi oleh Amanda Manopo.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube BANG JONO yang mengunggah video berjudul "HARI INI || AMANDA MANOPO DAMPINGI ARYA SALOKA KE SIDANG PERCERAIANNYA DENGAN MANTAN ISTRI".
Dalam thumbnail terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa itu adalah full video sidang perceraian Arya Saloka. Tampak ruang sidang yang dipenuhi dengan orang serta hakim.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 3.000 penayangan. Namun, benarkah Arya Saloka menghadiri sidang cerainya dengan Putri Anne dan didampingi Amanda Manopo?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 4 menit 26 detik di atas, tidak ada bukti valid maupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Arya Saloka hadir di sidang cerai dirinya dengan sang istri.
Alih-alih memberikan penjelasan kredibel, narator malah membahas soal Amanda Manopo yang hengkang dari sinetron Ikatan Cinta.
Narator juga sama sekali tidak menyatakan bahwa Amanda Manopo mendampingi Arya Saloka ke sidang perceraiannya dengan Putri Anne.
Selain itu, foto ruang sidang yang digunakan dalam thumbnail tidak ada hubungannya dengan Arya Saloka, Putri Anne, ataupun Amanda Manopo.
Baca Juga: Sapi Kurban Lucinta Luna Tampak Menangis, Netizen Auto Heboh
Hingga saat ini, Arya Saloka masih sah menjadi suami Putri Anne.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Arya Saloka hadiri sidang perceraian dengan Putri Anne sembari didampingi oleh Amanda Manopo merupakan berita palsu atau hoaks.
Unggahan di atas tidak memiliki keselarasan antara judul yang tertera dengan isi video, sehingga dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Transformasi Ekonomi Rakyat, BRI Bawa Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi