Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia, pemilih Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 disebut mayoritas mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden atau bacapres di Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, kekinian tak bisa dipungkiri telah terjadi saling klaim dukungan Jokowi terhadap capres tertentu.
Berdasarkan survei pihaknya melakukan cross tabulasi dimana responden pemilih Jokowi-Maruf terdapat 55,4 persen dan pemilih Prabowo-Sandi di 2019 ada 42,2 persen.
"Dari keseluruhan pemilih Jokowi-Maruf ternyata 61 persennya itu menyatakan memilih Ganjar Pranowo. Dan hanya 18 persen yang menyatakan memilih Prabowo Subianto. Jadi di level pemilih itu ternyata tidak terjadi kebingungan seperti yang ditafsirkan dalam peristiwa musra kemarin atau relawan acara-acara relawan Jokowi ya jadi memang mayoritas memilih Ganjar," kata Yunarto dikutip dari Suara.com, Rabu (7/6/2023).
Bahkan, kata dia, pemilih Jokowi-Maruf yang memilih Prabowo Subianto sebagai bacapres kini angkanya tak jauh berbeda dengan dukungan terhadap Anies Baswedan.
"Bahkan menyatakan memilih antara Anies dan Prabowo bisa dikatakan tidak terlalu jauh berbeda antara 18 persen dengan 14 persen," ungkapnya.
Adapun sementara itu, pemilih Prabowo-Sandiaga pada 2019 yang menyatakan memilih Ganjar dalam survei hanya 8 persen saja.
"Gap-nya terlihat sekali yang tetap memilih pak Prabowo tetap tinggi 53 persen dan memang terpecah suara pemilh Pak Prabowo ini di tahun 2019 ada 34 persen yang menyatakan memilih kini Anies Baswedan," tuturnya.
Menurutnya, pemilih Prabowo 2019 kemungkinan masih merasa kecewa dengan Prabowo yang bergabung ke dalam Kabinet Pemerintahan Jokowi.
Baca Juga: Ancaman El Nino 2023 di Indonesia: Ketahui Waktu Terjadi, Dampak Hingga Fenomena Menurut BMKG
Untuk diketahui, survei dilakukan pada tanggal 2-7 Mei 2023, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2.82%) pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Pernah Dibobol Ragnar Oratmangoen, Kiper Arab Saudi Sabet Rekor Saves Terbanyak di Piala Dunia 2026
-
Perdagangan Sisik Trenggiling di Simalungun Digagalkan, 3 Pria Ditangkap
-
Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Keluarga Tuding Ada Kelalaian
-
Publik Barat Tuding Selebrasi Gol Pemain Iran Mohammad Mohebi Provokatif, FIFA Didesak Hukum
-
5 Parfum Wanita untuk Pengguna Transportasi Umum, Bebas Bau Badan Seharian!
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Bikin Spanyol Tidak Berdaya, Kiper Cape Verde Kebanjiran Followers Jutaan
-
Dari Poster Ali Khamenei hinga Bendera Palestina Berkibar di Laga Iran vs Selandia Baru
-
Gagal Angkat Trofi di Medan, Mathew Baker Haru Bela Timnas Indonesia di Tempat Leluhur
-
Sempat Terjadi Keributan, Polresta Balikpapan Hentikan Sementara Izin Kegiatan PSHT