Masyarakat se-Indonesia ingin melihat perkembangan Cristalino David Ozora Latumahina, dan ini salah satu yang terbaru.
Bagi seorang Cristalino David Ozora Latumahina (17) yang baru saja mengalami penganiayaan berat berencana oleh Mario Dandy Satriyo (20) hingga membuatnya koma sampai 56 hari di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan, semua terasa baru.
Seperti diungkapkan sang ayah, Jonathan Latumahina yang dikutip Metro Suara.com dari podcast Denny Sumargo "CURHAT BANG" serta Deddy Corbuzier "Close the Door", David, sapaan Cristalino David Ozora Latumahina mengalami trauma kepala sehingga akson terputus dan ada beberapa bagian memori ingatannya hilang, serta cedera di otak sebelah kiri yang membuat bagian kognitif dan motorik mengalami perubahan. Sehingga beberapa gerakan tubuh masih memiliki keterbatasan, seperti belum bisa menunduk dan mengenakan celana panjang sendiri.
Akan tetapi, upaya terus mendorong David ke arah kesembuhan mental dan fisik terus diupayakan Jonathan Latumahina, keluarga, serta berbagai kalangan.
Antara lain, seperti diunggah dalam salah satu VT (Video TikTok) yang diunggah @kyai.kampung dari KANAL MATAAIR. Diberi judul "David Ozora Sowan Gus Mus", Part 1, pemirsa yang memberikan like mencapai 8.988 kali.
Disimak Metro Suara.com, dalam video tampak Jonathan Latumahina menjelaskan dalam bahasa Jawa madya kepada Gus Mus, sapaan Kyai Haji Ahmad Mustofa Bisri, pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, di Leteh, Rembang bahwa ada dua kemungkinan atas David yang pascapenganiayaan ditemukan dalam kondisi koma.
"Yaitu sembuh namun vegetatif, artinya tidak bisa apa-apa, dan tidak tertolong," ungkap Jonathan Latumahina sembari menambahkan bahwa David baik-baik saja sepanjang perjalanan dari Ibu Kota Jakarta sampai Rembang di Jawa Tengah.
Kemudian juga disebutkan secara fisik David terus dilatih agar bisa pulih seperti sedia kala. Jonathan Latumahina menunjukkan contoh bahwa David sudah bisa bersila, terbukti mereka duduk di lantai beralas karpet dan tidak ada masalah bagi putra sulungnya itu.
"Ayo tegak sedikit, bersandar," demikian Jonathan Latumahina mengingatkan David saat anak lelaki pertamanya itu mulai menunjukkan punggung membungkuk.
Kemudian salah satu pengurus pusat Gerakan Pemuda Ansor ini juga mengingatkan David bahwa puisi yang dahulu dibacakan David serta menjadi viral itu adalah karya istri Gus Mus.
"Dia ini punya bakat menjadi viral," canda Jonathan Latumahina, yang dijawab santun oleh David, "Yang mana, ya? Lupa."
Seperti dijelaskan Jonathan Latumahina dalam podcast Deddy Corbuzier maupun Denny Sumargo, ada bagian-bagian memori Cristalino David Ozora Latumahina yang terhapus atau skip. Termasuk kini cara memanggil ayahnya bukan lagi dengan sebutan "Bapak" melainkan "Mas", dan kepada orang lain David menyapa "Bro".
Saat Gus Mus menyilakan para tamunya memilih teh atau kopi yang terhidang agar disesap, Jonathan Latumahina langsung meminta anaknya mencoba, "Ayo Bro, diminum kopinya!" dan tanpa ragu David mengikuti langkah orang-orang sekelilingnya, membuka tutup cangkir lantas memegang dengan tangan kanan.
Sedangkan saat tiba santap siang, David dipersilakan Gus Mus paling dahulu mengambil hidangan prasmanan di meja. Lagi-lagi Jonathan Latumahina menyemangati putranya yang mengenakan sarung sepertinya.
"Wah, sambal suka ... David tidak bisa ambil nasi sedikit," komentar Jonathan Latumahina sembari tertawa lepas, mengawal David di dekat rice cooker yang terbuka dan mengepulkan uap nasi hangat.
Cepat sembuh ya, Bro!
Berita Terkait
-
Heran Dengar AG Jadi Saksi Mahkota di Sidang Mario Dandy, Pengacara David Ozora: Rasanya Nggak Seperti Itu
-
Setelah Peristiwa "Mati Lampu", David Ozora Gacor Habis: Guru Dipanggil Bro
-
Minta Pelaku Penganiayaan Berat Berencana Pikul Beban Sendiri-Sendiri, Jonathan Latumahina Gagalkan Adegan Drama Cium Kaki
-
Tegar dan Lugas di Persidangan, Jonathan Latumahina Ingin Dukungan Netizen yang Kawal Kasus Penganiayaan Anaknya Tidak Sia-sia
-
Tega Lakukan Penganiayaan Brutal, Ini 5 Bukti Kondisi Emosi Mario Dandy Satriyo Berbeda Dibandingkan Umumnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel