Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dikabarkan telah dimasukkan ke peti mati. Pemakaman suami Putri Candrawathi itu dipimpin oleh Bharada E atau Richard Eliezer.
Kabar meninggalnya Ferdy Sambo setelah terseret kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini dibagikan oleh kanal YouTube Lintas Informasi.
Akun tersebut mengunggah video berjudul "PESAN-PESAN HARU BHARADA E DAN RONNY TALAPESSY DI PEMAKAMAN FERDY SAMBO".
Dalam thumbnail video terdapat keterangan dengan narasi berjudul "Bharada E Pimpin Upacara Pemakaman Ferdy Sambo dan Bacakan Wasiat Sambo".
Tampak peti mati yang ditutup bendera merah putih dengan potret Ferdy Sambo di bagian depannya. Bharada E terlihat memegang karangan bunga. Pemakaman itu sendiri dihadiri oleh anggota kepolisian dan TNI.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 17.000 penayangan. Lantas, benarkah Ferdy Sambo telah dimasukkan ke peti mati?
CEK FAKTA:
Informasi yang menyebut bahwa Ferdy Sambo telah dieksekusi mati dan dimasukkan ke dalam peti mati adalah salah.
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 20 detik di atas, narator hanya membahas soal banding yang diajukan Ferdy Sambo ditolak oleh hakim. Namun, suami Putri Candrawathi itu kini telah mengajukan kasasi.
Baca Juga: Jawab Rumor Istana Jadi Beking Ponpes Al Zaytun, Jokowi: Saya Dong?
Tetapi hingga akhir video, narator sama sekali tidak memberikan penjelasan akurat maupun bukti valid yang menyatakan bahwa Ferdy Sambo telah dihukum mati dan dimasukkan ke peti mati.
Tak hanya itu, tidak ada pernyataan resmi soal Bharada E memimpin upacara pemakaman Ferdy Sambo.
Foto yang digunakan pada thumbnail video pun tidak ada hubungannya dengan kasus Ferdy Sambo. Foto tersebut hanyalah hasil rekayasa.
Isi video di atas terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera, sehingga unggahan tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ferdy Sambo telah dimasukkan ke dalam peti mati dan pemakamannya dipimpin oleh Bharada E adalah berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara