News / Nasional
Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil listrik Vinfast vs KRL di Bekasi (Instagram)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan antara KRL, KA Argo Bromo Anggrek, dan taksi di Bekasi Timur menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
  • Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah instansi pemerintah dan saksi terkait untuk menelisik penyebab kecelakaan di Bekasi Timur.
  • Penyidik menggandeng Laboratorium Forensik untuk mengumpulkan bukti pendukung dalam proses penyelidikan insiden kereta api pada Senin malam.

Suara.com - Polisi masih menelisik penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Insiden yang menyebabkan 16 korban jiwa ini melibatkan taksi Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pada hari ini penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Adapun saksi yang diperiksa di Polda Metro Jaya hari ini yakni pihak Dinas Bina Marga, Dinas PU, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Sementara itu, saksi lain yang dimintai keterangan hari ini yakni sopir taksi Green SM dan penjaga palang pintu. Mereka hadir di Polres Metro Bekasi Kota.

"Pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota," kata Budi kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Sejauh ini, aparat belum memeriksa saksi dari perwakilan perusahaan Green SM karena mereka meminta penundaan hingga Selasa (5/5/2026).

Selain itu, Petugas Pengawas Selatan dan Kepala Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel) juga meminta penundaan dan dijadwalkan ulang pada Jumat (8/5/2026).

Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menggandeng Laboratorium Forensik (Labfor). Dokumentasi objek terkait perkara langsung dilakukan untuk memperkuat pembuktian.

Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.

Baca Juga: Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Dalam insiden ini, sebanyak 16 orang meninggal dunia.

Load More