- Kecelakaan antara KRL, KA Argo Bromo Anggrek, dan taksi di Bekasi Timur menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
- Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah instansi pemerintah dan saksi terkait untuk menelisik penyebab kecelakaan di Bekasi Timur.
- Penyidik menggandeng Laboratorium Forensik untuk mengumpulkan bukti pendukung dalam proses penyelidikan insiden kereta api pada Senin malam.
Suara.com - Polisi masih menelisik penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Insiden yang menyebabkan 16 korban jiwa ini melibatkan taksi Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pada hari ini penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Adapun saksi yang diperiksa di Polda Metro Jaya hari ini yakni pihak Dinas Bina Marga, Dinas PU, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Sementara itu, saksi lain yang dimintai keterangan hari ini yakni sopir taksi Green SM dan penjaga palang pintu. Mereka hadir di Polres Metro Bekasi Kota.
"Pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota," kata Budi kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Sejauh ini, aparat belum memeriksa saksi dari perwakilan perusahaan Green SM karena mereka meminta penundaan hingga Selasa (5/5/2026).
Selain itu, Petugas Pengawas Selatan dan Kepala Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel) juga meminta penundaan dan dijadwalkan ulang pada Jumat (8/5/2026).
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menggandeng Laboratorium Forensik (Labfor). Dokumentasi objek terkait perkara langsung dilakukan untuk memperkuat pembuktian.
Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.
Baca Juga: Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Dalam insiden ini, sebanyak 16 orang meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
Update Tragedi Bekasi: 84 Korban Sudah Pulang, KAI Buka Pintu Klaim Biaya Medis dan Trauma Healing
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok
-
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK
-
KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Prabowo Dorong Kampus Turun Tangan, Jadi 'Asisten' Pemda Tangani Masalah Daerah lewat Program ASRI
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL